RISET OPERASI "Metode Simplex"

OPTIMALISASI JUMLAH TIPE RUMAH YANG AKAN DIBANGUN
DENGAN METODE SIMPLEKS
PADA PROYEK PENGEMBANGAN PERUMAHAN




Abstrak: Tantangan yang dihadapi pengembang perumahan adalah memformulasi jumlah tipe rumah yang akan dikembangkan sehingga memenuhi aspek pasar, him-bauan pemerintah dalam penyediaan rumah sederhana dan profit margin yang maksimal. Tujuan studi ini adalah memformulasikan komposisi jumlah berbagai tipe rumah yang dibangun sehingga mencapai solusi optimum dan dengan keun-tungan maksimal.

METODE PENUGASAN



BAB I
PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang
Pemrograman Linier disingkat PL merupakan metode matematik dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai suatu tujuan seperti memaksimumkan keuntungan dan meminimumkan biaya. PL banyak diterapkan dalam masalah ekonomi, industri, militer, social dan lain-lain. PL berkaitan dengan penjelasan suatu kasus dalam dunia nyata sebagai suatu model matematik yang terdiri dari sebuah fungsi tujuan linier dengan beberapa kendala linier.
Masalah transportasi berkaitan dengan keterbatasan sumber daya atau kapasitas perusahaan yang harus didistribusikan ke berbagai tujuan, kebutuhan atau aktivitas. Dengan demikian manfaat utama dari mempelajari masalah transportasi ini adalah mengoptimalkan distribusi sumberdaya tersebut sehingga mendapatkan hasil atau biaya yang optimal.

Perbedaan Penulisan Makalah, Jurnal dan Laporan

Perbedaan Penulisan Makalah, Jurnal dan Laporan

Mitos Kehebatan Orang Lapangan


  1. "Saya ini orang lapangan, bertahun-tahun di proyek. Kalian apa cuma tahu di bangku kuliah aja". Kira-kira percakapan itu sering saya dengar ketika di masa kuliah. Orang lapangan diindentikkan sebagai orang yang paham keadaan real sedang orang kantoran, akademisi, dianggap orang sombong yang sok tahu.
  2. Saya akui benar, orang lapangan mampu memberikan keadaan realita dengan gamblang dan rinci. Kita tahu bahwa kondisi di lapangan sering kali rumit dan tak bisa digeneralkan.
  3. Orang lapangan adalah mitra dalam pembuat kebijakan. Mengatakan bahwa orang lapangan paling handal tidak adil juga. Tapi menganggap remeh orang lapangan juga tidak tepat.
  4. Hal yang pasti bahwa pengambil kebijakan umum dan orang lapangan adalah saling melengkapi. 
  5. Tapi kenyataannya, orang lapangan jarang mencapai puncak kepemimpinan. 
  6. Hal ini saya dapati bagaimana para widyaiswara di Balai Diklat Bela Negara adalah orang orang punya pengalaman lapangan panjang bahkan keliling Indonesia tapi mentok di Mayor atau Letkol dan Kolonel.
  7. Sedangkan jenderal-jenderal terkenal SBY, Prabowo ataukah Luhut Binsar P. meski sering berbicara bagaimana mereka dulu dalam operasi militer kenyataannya lebih banyak dihabiskan di kantor atau pendidikan.
  8. Apakah Anda mengira Menteri Sri Mulyani, dulu adalah seorang pegawai BPR di pelosok pedesaan yang faham ekonomi desa? Lain contoh katakan apakah dirut PLN sekarang adalah pegawai yang lama di ranting daerah sehingga "faham lapangan"?
  9. Silahkan Anda mengambil kesimpulan sendiri. Anda bisa tahu seluk beluk lapangan tapi bukan berarti Anda pengambil kebijakan umum yang baik.

Pentingnya WC Kedap Suara


  1. Buang angin atawa kentut seringkali dianggap sesuatu yang tabu. Padahal zahirnya itu adalah fitrah yang dimiliki semua orang baik seorang gembel maupun orang yang terkenal sekalipun.
  2. Bagi orang yang sedang kurang fit, kurang tidur, lama dalam perjalanan, memiliki masalah lambung, berada di ruang yang berangin, maka hasrat untuk mau buang angin itu biasa. Tapi sayangnya hasrat ini seringkali tidak diakomodir.
  3. Pada kenyataannya ruang untuk kita bisa buang angin tanpa terdengar orang sebenarnya sesuatu yang penting. Ketimbang dia kentut diam-diam.
  4. WC/Tandas/Toilet/Kamar Kecil saat ini seperti yang kita liat justru kadang membuat geli, karena sangking terbukanya, maaf- suara kita di dalamnya baik ketika emas 29 karat jatuh pun terdengar oleh orang lain. 
  5. Saya sangat berharap desain Toilet ke depan harus kedap suara. 

Mengenal Perencanaan Struktur Jembatan

Pengertian Umum



Jembatan merupakan salah satu bentuk konstruksi yang berfungsi meneruskan jalan melalui suatu rintangan. Seperti sungai, lembah dan lain-lain sehingga lalu lintas jalan tidak terputus olehnya.  
Dalam perencanaan konstruksi jembatan dikenal dua bagian yang merupakan satu kesatuan yang utuh yakni :

-     Bangunan Bawah ( Sub Struktur )
Bangunan bawah terdiri dari pondasi, abutmen, pilar jembatan dan lain-lain.
-     Bangunan Atas ( Super Struktur )
Bangunan atas terdiri dari lantai kendaraan, trotoar, tiang-tiang sandaran dan gelagar.

Persyaratan Umum Jembatan

TUGAS EKONOMI TEKNIK


1.      Berikan masing-masing 5 contoh barang yang dapat terdepresiasi (penyusutan) dan yang tidak dapat terdepresiasi!!

a.      Barang yang dapat terdepresiasi:
      -          Kendaraan

      -          Sandang

      -          Elektronik

      -          Mesin 

      -          Mata uang
b.      Barang yang tidak dapat terdepresiasi:

-          Saham

-          Emas

-          Investasi

-          Reksadana

-          Obligasi



2.      Biaya pemeliharaan mesin sebagai berikut:

Tahun
Biaya  (Rp. Dalam Juta)
1
1
2
1,3
3
1,6
4
1,9
5
2,1

Berapa biaya yang harus ditabung/disiapkan sekarang bila suku bunga 8% PA.

     P = A (P/A, 8%, 5) + G (P/G. 8%, 5)

   = 1 (3,993) + 0,3 (7,372)

   = 6,205

Jadi, biaya yang harus disiapkan apabila suku bunga 8% PA adalah Rp 6.205.000,-



3.      Biaya pemeliharaan mesin sebagai berikut:

Tahun
Biaya  (Rp. Dalam Juta)
1
2
2
3
3
4
4
5

Berapa biaya pertahunnya yang sebanding dengan rangkaian biaya pemeliharaan diatas, bila suku bunga 9% PA.



       A = A + G (A/G, 9%, 4)

   = 2 + 1 (1,393)

   = 3,939

Jadi biaya pertahunnya yang sebanding dengan rangkaian biaya pemeliharaan diatas apabila suku bunga 9% PA adalah Rp 3.939.000,-


Nama : Siti Rodiah
Kelas : 3TA04
NPM : 17316108

JURNAL MANAJEMEN RISIKO DALAM PROYEK KONSTRUKSI

MANAJEMEN RISIKO DALAM PROYEK KONSTRUKSI

JURNAL


ABSTRAK

              Risiko adalah variasi dalam hal-hal yang mungkin terjadi secara alami atau kemungkinan terjadinya peristiwa diluar yang diharapkan yang merupakan ancaman terhadap properti dan keuntungan finansial akibat bahaya yang terjadi. Manajemen risiko merupakan Pendekatan yang dilakukan terhadap risiko yaitu dengan memahami, mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko suatu proyek. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui tentang manajemen risiko pada proyek konstruksi. Metode yang digunakan adalah studi literatur tentang manajemen risiko pada proyek konstruksi dengan mengacu kepada teori-teori yang relevan. Hasil studi menunjukkan bahwa manajemen risiko sangat penting dilakukan bagi setiap proyek konstruksi untuk menghindari kerugian atas biaya, mutu dan jadwal penyelesaian proyek.


Melakukan tindakan penanganan yang dilakukan terhadap risiko yang mungkin terjadi (respon risiko) dengan cara : menahan risiko (risk retention), mengurangi risiko (risk reduction), mengalihkan risiko (risk transfer), menghindari risiko (risk avoidance).
Kata Kunci : Manajemen resiko, proyek konstruksi.

MAKALAH MANAJEMEN KONSTRUKI TEKNIK SIPIL

MAKALAH
MANAJEMEN KOSNTRUKSI

NAMA : SITI RODIAH


BAB 1
PENDAHULUAN

1.           LATAR BELAKANG
              Proyek adalah bentuk usaha dalam mencapai tujuan yang ditentukan dan dibatasi oleh waktu dan juga sumber daya yang terbatas. Sehingga proyek konstruksi, yaitu suatu upaya untuk mendapatkan hasil yang dirubah menjadi bangunan atau infrastruktur. Infrastruktur atau bangunan ini mencakup beberapa pekerjaan utama yang termasuk di dalamnya bidang teknik sipil/engineer dan arsitektur/designer(perencana), juga dapat melibatkan disiplin ilmu pengetahuan lainnya seperti akutansi/keuangan, teknik mesin, teknik industri dan elektro.
              Lebih dalam dari Manajemen Proyek Konstruksi, suatu proses penerapan fungsi/kegunaan manajemen seperti perencanaan, pelaksanaan dan penerapan. Dimana berjalan secara sistimatis pada setiap bagian–bagian tersebut terdapat pada proyek, dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada secara efisien dan efektif agar tercapai tujuan proyek tersebut dengan benar.
              Manajemen Konstruksi membawahi mutu fisik dari konstruksi, biaya dan waktu. Dimana manajemen tenaga kerja/sumber daya manusia dan manjemen material  lebih ditekankan dan digunakan. Karena pada Manajemen Konstruksi 20% dari manajemen perencanaan berperan dan sisanya yaitu manajemen pelaksanaan termasuk didalamnya pengendalian biaya dan waktu proyek mendapatkan bagian yang lebih besar.

UJI SLUMP (SLUMP TEST)


Concrete Slump Test - Uji Slump Beton 

Mengukur nilai slump