Proses Pemasangan Ground Anchor

Prinsip Ground Anchor merupakan proses konstruksi dimana jangkar dimasukkan ke dalam tanah. Jangkar dimasukkan ke dalam lubang hasil pengeboran dan dijepit ujungnya. 

Ground Anchor ini digunakan untuk menahan/ menstabilkan dinding penahan tanah dengan meneruskan gaya horizontal yang diakibatkan oleh gaya dorong alami dari tanah dan beban kerja ke luar bidang runtuh tanah. 

Gaya ditransmisikan kedalam tanah melalui adanya ikatan (bond length).



Komponen pada gambar diatas meliputi head anchor, unbounded length anchor, bond length anchor.

Bond length untuk membungkus material tanah dalam rangka memindahkan beban dari struktur ke tanah yang dijangkar, dimana free length tidak terikat dan bebas bergerak di dalam tanah.

Didalam tendon terdapat bagian yang terbuat dari baja berkekuatan tinggi (bar, wire atau strand) yang dikelilingi cement grout (material semen untuk grouting). Fixed length anchor / bond length adalah bagian dari tendon yang terjauh dari struktur dimana gaya tarik (tensile force) dipindahkan ke tanah disekitar jangkar.

Free anchor length adalah bagian dari tendon antara bagian atas fixed anchor length dan struktur dimana tidak ada gaya tarik yang dipindahkan ke tanah di sekitarnya.

Ground Anchor dibagi menjadi dua, yaitu Jangkar Tetap (Permanent) dan Jangkar Sementara (Temporary). 

Penjangkaran sementara adalah penjangkaran yang memiliki daya tahan yang terbatas, dan digunakan dalam waktu yang tidak lama.

Penjangkaran tetap memiliki daya tahan yang tinggi, direncanakan untuk waktu yang lama, dapat mempertahankan stabilitas dari struktur. 

2 tipe penjangkaran tersebut memiliki beberapa perbedaan. Perencanaan dari instalasi penjangkaran sementara biasanya melibatkan  analisis dan desain struktur, ukuran dimensi dan pengujian kekuatan jangkar dan tegangan yang timbul di daerah yang dijangkar untuk memastikan daya dukung beban. Untuk penjangkaran permanen, dibutuhkan  pengaturan dan perlindungan terhadap komponen sistem.

Berikut ini merupakan spesifikasi pada jangkar untuk lebih mengetahui perbedaannya:


  • Penjangkaran sementara: Penjangkaran dapat digunakan kurang dari 6 bulan.  
  • Penjangkaran semi permanen: Penjangkaran dapat digunakan selama 6-18 bulan.
  • Penjangkaran tetap (permanen): Penjangkaran berfungsi lebih lama dari 18 bulan. 


Pada umumnya, pemasangan ground anchor dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:


  • Pekerjaan Persiapan
Persiapan yang dilakukan adalah menyediakan alat – alat yang digunakan untuk proses drilling, grouting, maupun stressing.



  • Pekerjaan Drilling Tanah
Konstruksi jangkar dilakukan oleh kontraktor yang berpengalaman dan memiliki spesialisasi di bidang ini. Tahap tahap urutan konstruksi  jangkar adalah pengeboran lubang jangkar dan flushing (pembersihan lubang jangkar), water testing, pembuatan tendon dan pemasangannya, stressing dan pengujian, perlindungan terhadap korosi.



  • Instalasi Tendon Anchor
Tendon dimasukkan ke dalam lubang dengan cara manual. Tendon yang telah dirangkai di lokasi penempatan material kemudian dibawa ke lokasi yang telah dibor. Pada saat memasukan tendon ke lubang yang telah dibor, tendon tidak sekaligus masuk tetapi ditarik ulur kemudian didorong kembali sampai masuk.



  • Grouting Tendon Anchor
Pekerjaan grouting adalah memasukan pasta campuran semen ke dalam sela-sela strand dan melekatkan jangkar dengan tanah dan batuan di sekitarnya. Proses grouting juga menambah kekuatan dan karakteristik tanah atau batuan, selain itu juga dapat melindungi jangkar dari bahaya korosi.

Pilihan dan desain dari sistem grouting  tergantung pada kondisi tanah dimana  sistem grouting itu ditempatkan, pengaturan waktu, kekuatan dan fungsi dari material grout.
         


  • Stressing Tendon Anchor
Stressing dapat diukur dengan pengujian yang dapat menentukan kapasitas beban pada jangkar dan perilakunya, menetapkan faktor keamanan yang sesuai dengan desain yang diterapkan, dan memastikan hasil kerja sesuai dengan desain dan rencana.

Stressing pada tendon biasanya dilakukan dengan cara memutar baut dengan memberikan tegangan pada tendon dengan menggunakan torque wrench ke locking nut yang diteruskan ke batang tendon yang diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

Cara lain dengan menggunakan cara penekanan langsung (direct pull) dengan menggunakan alat hydraulic jack.



  • Pemotongan Strand
Pemotongan strand dikerjakan setelah pekerjaan stressing selesa dikerjakan. Strand dipotong sehingga panjangnya kurang lebih 25 cm dari luar. Setelah semua pekerjaan di atas selesai, maka ground ancor sudah berfungsi seperti yang direncanakan. Fungsi ground anchor dapat ditiadakan



Ground Anchor dipasang secara bertahap, per elevasi tertentu. Galian dilakukan hingga mencapai elevasi tertentu, lalu ground anchor akan dipasang pada elevasi tersebut sesuai gambar rencana. Lalu pekerjaan galian dilanjutkan sampai elevasi berikutnya.

Hal ini dilakukan agar memberikan kemudahan saat pemasangan ground anchor. Panjang ground anchor berkisar antara 20 m – 30 m (dari elevasi terendah sampai paling tinggi) dengan kapasitas tarik 100 ton.



sipilsite merupakan sebuah sarana untuk berbagi ilmu, khususnya ilmu yang membahas dunia konstruksi bangunan. Secara umum ilmu-ilmu tentang duni konstruksi, baik konstruksi Air, Tanah, Struktur, Transportasi, Gambar Teknik, dan juga Pengalaman Admin selama ini dalam dunia konstruksi .Semoga dengan hadirnya sipilpoin.com dapat menambah ilmu kita bersama, sehingga dunia konstruksi indonesia tidak kalah dengan dunia konstruksi dari luar.


EmoticonEmoticon