Cara Menghitung Luas Daerah Aliran Sungai (DAS)

DAS mempunyai pengertian yang relatif beragam sesuai dengan tujuannya masing-masing. Menurut Dixon dan Easter, DAS adalah suatu area yang secara topografis dibatasi oleh punggung bukit dan air hujan yang jatuh teratuskan oleh suatu sistem sungai.

Menurut Wiersum (1979) dan Seyhan (1990), DAS adalah suatu wilayah daratan yang dibatasi oleh batas alam topografi yang berfungsi untuk menampun, menyimpan, dan mengalirkan air yang diterima menuju sistem sungai terdekat yang pada akhirnya bermuara di laut.

Selain kedua pengertian di atas, terdapat beberapa pengertian lainnya. Salah satunya menyatakan bahwa DAS adalah wilayah yang terletak  di suatu titik pada suatu sungai yang oleh batas-batas topografi mengalirkan air yang jatuh di atasnya ke dalam sungai yang sama dan melalui titik yang sama pada sungai tersebut (Brooks et al., 1992;  Arsyad, 2010).

Daerah Aliran Sungai WMS Global Mapper

Daerah Aliran sungai berguna untuk menerima, dan mengalirkan air hujan yang jatuh diatasnya melalui sungai. Air pada DAS merupakan aliran air yang mengalami siklus hidrologi secara alamiah.

Selama berlangsungnya daur hidrologi, yaitu perjalanan air dari permukaan laut ke atmosfer kemudian ke permukaan tanah dan kembali lagi ke laut yang tidak pernah berhenti tersebut, air tersebut akan tertahan (sementara) di sungai, danau/waduk, dan dalam tanah sehingga akan dimanfaatkan oleh manusia atau makhluk hidup.

Jadi dengan adanya daerah aliran sungai ini, maka kita semua bisa memanfaatkan air yang ada untuk kebutuhan dan aktifitas-aktifitas kita sehari-hari.

Untuk mengukur serta menghitung daerah aliran sungai (DAS), terdapat beberapa cara dan metode yang bisa digunakan.

Keakuratan dari hasil pengukuran ini dipengaruhi oleh metode yang digunakan, dimana setiap metode tentu mempunyai nilai positif ataupun negatif dibandingkan dengan yang lainnya.

Berikut beberapa metode atau cara yang bisa digunakan :

Aplikasi Global Mapper dan WMS (Watershed Modelling System)

Metode ini yang kita gunakan dalam penentuan DAS sungai pada makalah ini, dimana Global Mapper dapat menampilkan suatu koordinat lokasi dan mengubahnya menjadi gambar pada peta untuk bisa ditentukan letak kira-kira dari DAS nya.

Setelah gambar peta ini didapatkan, file kemudian di-export ke dalam format file yang bisa dibuka oleh aplikasi WMS. Dengan menggunakan WMS, gambar peta yang sebelumnya sudah didapatkan bisa diubah menjadi suatu peta yang menggambarkan aliran-aliran sungai yang sebenarnya.

Setelah menentukan suatu outlet, maka besarnya DAS bisa didapatkan.

Metoda Segi Empat (Square Method)

Pengukuran luas dengan metode segi empat ini dilakukan dengan cara membuat petak-petak atau kotak-kotak bujur sangkar pada daerah yang akan dihitung luasnya.

Pada batas tepi yang luasnya setengah kotak atau lebih dibulatkan menjadi satu kotak sedangkan kotak yang luasnya kurang dari setengah dihilangkan (tidak dihitung). Hal yang perlu diperhatikan adalah pertimbangan keseimbangan. Harus ada penyesuaian antara kotak yang akan dibulatkan dengan yang dihilangkan.

Untuk menghitung luas akhirnya dapat digunakan rumus berikut:

Luas DAS = jumlah kotak × (luas tiap kotak × skala)

Metoda Jalur (Stripped Method)

Pengukuran luas dengan metode jalur ini dilakukan dengan membuat jalur atau garis horisontal yang sejajar dan berinterval sama, kemudian pada bagian tepi jalur ditarik garis keseimbangan.

Untuk menghitung luas akhirnya dapat digunakan rumus berikut:

Luas DAS = jumlah luas segiempat (jalur) × skala

Metoda Segitiga (Triangle Method)

Pengukuran luas dengan metode segitiga ini dilakukan dengan membuat segitiga-segitiga diseluruh daerah yang akan diukur luasnya pada peta dan pada sisa daerah diluar segitiga ditambahkn garis-garis yaang tegak lurus dengan base line (sisi segitiga) yang disebut offset.

Untuk menghitung luas akhirnya dapat digunakan rumus berikut:

Luas DAS = (jumlah luas segitiga + jumlah luas offset) × skala

Planimeter

Metode ini merupakan metode pengukuran luas dengan menggunakan alat planimeter. Daerah yang diukur harus merupakan polygon atau area tertutup.

Cara pengukuran luas sebagai berikut:
  • Kaca pengamat planimeter diletakkan pda titik awal area yang akan diukur luasnya.
  • Kemudian alat pengamat digerakkan searah jarum jam mengikuti batas areal yang diukur sampai alat pengamat kembali ke titik awal.
  • Luas area atau daerah yang akan dihitung langsung dapat dibaca pada planimeter

Batas DAS ditentukan berdasarkan peta kontur. Batas DAS yang dimaksud adalah batas DAS secara topografik (Topographic Drainase Boundary) (Seyhan, 1979).

sipilsite merupakan sebuah sarana untuk berbagi ilmu, khususnya ilmu yang membahas dunia konstruksi bangunan. Secara umum ilmu-ilmu tentang duni konstruksi, baik konstruksi Air, Tanah, Struktur, Transportasi, Gambar Teknik, dan juga Pengalaman Admin selama ini dalam dunia konstruksi .Semoga dengan hadirnya sipilpoin.com dapat menambah ilmu kita bersama, sehingga dunia konstruksi indonesia tidak kalah dengan dunia konstruksi dari luar.


EmoticonEmoticon