ANALISA BIAYA PEKERJAAN PERSIAPAN MEMBANGUN RUMAH

sipilpoin. Seperti penjelasan-penjelasan sebelumnya, dalam membangun konstruksi rumah ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan. Tahapan ini dalam ilmu teknik sipil disebut dengan istilah Work Breakdown Struktur (WBS), apa itu Work Breakdown Struktur (WBS)?, Work Breakdown Struktur (WBS) adalah adalah alat manajemen mendasar yang mendefinisikan proyek melalui level aktivitas yang bisa diidentifikasi, dimanajemen dan dikendalikan dengan jelas. Level aktivitas dalam penghitungan Rencana anggran biaya dimulai dari Pembersihan lahan.

Dalam pembangunan konstruksi rumah, apalagi rumah sederhana (bisanya 2 lantai), tahapan pembangunannya tidak terlalu rumit dan tidak memerlukan banyak item pekerjaan untuk melakukan penghitungan Analisa Anggran Biaya. Menurut SNI biaya pembanguanan rumah ini dimulai dari jenis pekerjaan persiapan. 
ANALISA BIAYA PEKERJAAN PERSIAPAN MEMBANGUN RUMAH
Berikut menupakan ringkasan item pekerjaan apa saja yang diperlukan dalam jenis pekerjaan persiapan. Harga Bahan dan Upah Ini berdasarkan Standar Nasional Indonesia yang dikeluarkan oleh dinas pekerjaan umum per daerah. Untuk Koefisien menurut sipilpoin semua mempunyai nilai yang sama, namun ada juga koefisien yang dimasukkan berdasrkan hitungan estimator sendiri. Pada tabel dibawah teman-teman hanya perlu mengalikan harga bahan dan upah pekerja dengan masing-masing koefisien.

Dibawah ini merupakan item pekerjaan pada jenis pekerjaan persiapan  untuk menghitung biaya pembangunan rumah sederhana.
1. Pengukuran dan Pemasangan bouplank

Item Koefisien (1) Satuan Harga Satuan (2) Jumlah Harga (3)
Bahan
Kayu 5/7 0,012 M3 Masukkan Harga Bahan Nomor (1) x Nomor (2)
Paku biasa 2" - 5" 0,020 Kg Masukkan Harga Bahan Nomor (1) x Nomor (2)
Kayu papan 3/20 0,007 M3 Masukkan Harga Bahan Nomor (1) x Nomor (2)
Tenaga
Tukang kayu 0,100 Oh Masukkan Upah Tenaga Nomor (1) x Nomor (2)
Pekerja 0,100 Oh Masukkan Upah Tenaga Nomor (1) x Nomor (2)
Kepala tukang 0,010 Oh Masukkan Upah Tenaga Nomor (1) x Nomor (2)
Mandor 0,005 Oh Masukkan Upah Tenaga Nomor (1) x Nomor (2)
Total Jumlah Nomor (3)
2. Pembuatan gudang semen dan alat - alat

Item Koefisien (1) Satuan Harga Satuan (2) Jumlah Harga (3)
Bahan
Kayu Laut/Dolken 1,700 Btg Masukkan Harga Bahan Nomor (1) x Nomor (2)
Kayu 0,210 M3 Masukkan Harga Bahan Nomor (1) x Nomor (2)
Paku biasa 0,300 Kg Masukkan Harga Bahan Nomor (1) x Nomor (2)
Semen Portland 10,500 Kg Masukkan Harga Bahan Nomor (1) x Nomor (2)
Pasir beton 0,030 M3 Masukkan Harga Bahan Nomor (1) x Nomor (2)
Koral beton 0,050 M3 Masukkan Harga Bahan Nomor (1) x Nomor (2)
Seng gelombang bjls 20 - 7" 1,500 Lbr Masukkan Harga Bahan Nomor (1) x Nomor (2)
Tenaga
Tukang kayu 0,200 Oh Masukkan Upah Tenaga Nomor (1) x Nomor (2)
Pekerja 0,400 Oh Masukkan Upah Tenaga Nomor (1) x Nomor (2)
Kepala tukang 0,020 Oh Masukkan Upah Tenaga Nomor (1) x Nomor (2)
Mandor 0,020 Oh Masukkan Upah Tenaga Nomor (1) x Nomor (2)
Total Jumlah Nomor (3)
3. Membersihkan lapangan dan perataan

Item Koefisien (1) Satuan Harga Satuan (2) Jumlah Harga (3)
Tenaga
Pekerja 0,100 Oh Masukkan Upah Tenaga Nomor (1) x Nomor (2)
Mandor 0,050 Oh Masukkan Upah Tenaga Nomor (1) x Nomor (2)
Total Jumlah Nomor (3)
4. Pembuatan bedeng buruh
Item Koefisien (1) Satuan Harga Satuan (2) Jumlah Harga (3)
Bahan
Dolken Kayu Ø 8 - 10/400 cm 1,250 Btg Masukkan Harga Bahan Nomor (1) x Nomor (2)
Kayu 0,186 Masukkan Harga Bahan Nomor (1) x Nomor (2)
Paku biasa 0,300 Kg Masukkan Harga Bahan Nomor (1) x Nomor (2)
Semen portland 18,000 Kg Masukkan Harga Bahan Nomor (1) x Nomor (2)
Pasir beton 0,030 Masukkan Harga Bahan Nomor (1) x Nomor (2)
Koral beton 0,050 Masukkan Harga Bahan Nomor (1) x Nomor (2)
Seng Gelombang BJLS 32 1,500 Lbr Masukkan Harga Bahan Nomor (1) x Nomor (2)
Plywood 4mm 1,350 Lbr Masukkan Harga Bahan Nomor (1) x Nomor (2)
Tenaga
Tukang kayu 2,000 Oh Masukkan Upah Tenaga Nomor (1) x Nomor (2)
Pekerja 1,000 Oh Masukkan Upah Tenaga Nomor (1) x Nomor (2)
Kepala tukang 0,200 Oh Masukkan Upah Tenaga Nomor (1) x Nomor (2)
Mandor 0,050 Oh Masukkan Upah Tenaga Nomor (1) x Nomor (2)
Total Jumlah Nomor (3)

Demikianlah Penjelasan mengnai ANALISA BIAYA PEKERJAAN PERSIAPAN MEMBANGUN RUMAH.Jangan Lupa Bagikan, Comment, Subsribe Artikel ini. Semoga Bermanfaat. Terima Kasih

KAPASITAS BULLDOZER KOMATSU

Alat ini hanya dimungkinkan untuk diberikan kedudukan untuk mendorong lurus kedepan. Bulldozer merupakan alat khusus untuk keperluan pekerjaan-pekerjaan mendorong yang menggunakan traktor sebagai tempat kedudukan dan tenaga geraknya.

Bagian-bagian terpenting bulldozer ini adalah (lihat Gambar 4.3.) :

  • Dozer blade (pisau dozer), yang terdiri dari molboard yang berbentuk lengkung dan mata pisau (cutting edge), cutting edge ini biasanya terdiri dari 3 bagian, sebuah ditengah yang panjang dan 2 buah tepian masing-masing di-baut (bolted) pada molboard.
  • Push-arm (batang pendorong), yang terdiri dari push-arm nya sendiri, dan pitch-arm untuk mengatur tegak dan condongnya kedudukan dozer blade.
  • Control device (kendali blade), yang terdiri dari satu atau dua buah hydraulic rams pada hydraulic controlled dozers.

Bulldozer ini untuk pelaksanaan pekerjaan konstruksi (terutama jalan-jalan raya) bersifat serba-guna, dapat berfungsi antara lain :

  • Pembersihan lapangan pekerjaan dari pepohonan, kayu-kayu dan bonggol-bonggolnya, puing-puing bekas bangunan, dsb.
  • Pemindahan / penggusuran tanah jarak dekat (maximum 100 meter).
  • Meratakan timbunan tanah pada daerah fill, mengisi kembali galian-galian tanah, dsb.
  • Memelihara jalan kerja, jalan angkut, dll.


KAPASITAS BULLDOZER KOMATSU
Gambar 4.3 : Bulldozer.

Tabel 1.4.3.1. : Blade factor.

Dozing conditions Blade factor
Easy dozing 1,1 – 0,9
Average dozing 0,9 – 0,7
Rather difficult dozing 0,7 – 0,6
Difficult dozing 0,6 – 0,4
Tabel 1.4.3.2. : Waktu pindah gigi. 

Machine Time required for gear shifting (menit)
Direct drive 0,1
Torqflow 0,05
Tabel 1.4.3.3. : Data / spesifikasi Bulldozer Komatsu. 

No. Merk /Model Lebar blade (m) Tinggi blade (m) Kecepatan maju (km/jam) Kecepatan mundur (km/jam)
1. D40A 3,18 0,75 3,2 5,3
2. D60A 3,97 1,05 3,7 4,9
3. D65E 3,97 1,05 3,9 5
4. D65P 4,475 0,96 3,5 4,4
4. D75A 4,25 1,05 3,7 4,8
5. D85A 4,365 1,13 3,8 4,9
6. D155A 4,85 1,14 3,7 4,5
7. D355A 5,23 1,35 3,3 5
Tabel 1.4.3.4. : Data / spesifikasi Bulldozer Caterpillar. 

No. Merk / Model Lebar blade (m) Tinggi blade (m) Kecepatan maju (km/jam) Kecepatan mundur (km/jam)
1. D5B 3,63 0,857 3,5 4,2
2. D6D 3,88 0,93 4 4,8
3. D7G 4,27 0,96 3,7 4,5
4. D8K 4,62 1,12 4 5
Perhitungan hasil guna atau produksi bulldozer dengan menggunakan formula sebagai berikut :

KAPASITAS BULLDOZER KOMATSU

Dimana :

Q      : Produksi per jam (m3/jam)
q       : Produksi per cycle (m3)
Cm   : Cycle time (menit)
E       : Job efficiency
L       : Lebar blade (m)
H      : Tinggi blade (m)
a       : Faktor blade
D      : Jarak kerja (m)
F       : Kecepatan maju (m/menit)
R      : Kecepatan mundur (m/menit)
Z       : Waktu untuk ganti gigi (menit)

ANALISA BIAYA PEMASANGAN BOUWPLANK

Sipilpoin. Kali ini sipilpoin akan membahas mengenai cara menghitung Rencana Anggran Biaya Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank pada saat pembangunan konstruksi rumah. Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank merupakan pekerjaan lanjutan setelah dilakukan pekerjaan pembersihan lahan dan pembuatan bedeng buruh.

Bouwplank (Papan Bangunan) berfungsi untuk membuat titik-titik as bangunan sesuai dengan gambar denah bangunan yang diperlukan untuk penentuan jalur/arah pondasi dan juga sebagai dasar ukuran tinggi/level/peil penentuan ketinggian lantai dalam rumah dengan permukaan jalan.
ANALISA BIAYA PEMASANGAN BOUWPLANK

Untuk pembangunan konstruksi rumah sederhana, Kedudukan Bouwplank harus kuat dan tidak mudah goyah. Bouwplank merupakan pekerjaan permulaan yang wajib dikerjakan dengan teliti, sebab kesalahan pemasangan Bouwplank  akan berakibat kesalahan posisi as bangunan rumah yang akan dibagun. Bouwplank juga harus mempunyai jarak yang cukup dari rencana galian, diusahakan bouwplank tidak goyang akibat pelaksanaan. Biasanya dalam perhitungan analisa biaya jarak Bouwplank adalah 1m dari panjang dan lebar banguan paling tepi.

Selain itu, pemasangan Bouwplank harus mempunyai titik atau dibuat tanda-tanda, Sisi atas bouwplank harus terletak satu bidang (horizontal) dengan papan bouwplank lainnya, Letak kedudukan bouwplank harus seragam (menghadap kedalam bangunan semua).

Item Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank ini wajib dilakukan untuk setiap pekerjaan konstruksi bangunan yang berhubungan dengan pekerjaan awal, baik pekerjaan drainase, pekerjaan jalan, dan sebagainya. Berikut adalah cara menghitung kebutuhan dan analisa untuk Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank.

Langkah 1: Menghitung volume pembersihan lahan
Menghitung volume untuk Rencana Anggran Biaya Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank pembangunan rumah dapat dilakukan dengan cara mengalikan panjang bangunan (p) dengan lebar bangunan (l) kemudian masing-masing ditambahkan 2 m.

Misalnya, akan dibanguan rumah satu lantai dengan panjang bangunan 8 m dan lebar bangunan 6 m, maka volume yang diperoleh adalah (p + 2) + (l + 2) = (8+2)+(6+2) = 18 m’

Langkah 2: Menghitung Analisa Harga satuan pekerjaan
Pada tahapan ini, sama seperti cara menghitung pembuatan bedeng buruh, perbedaan hanya terletak pada koefisien yang digunakan. Yang perlu kita ketahui adalah bahan dan pekerja yang disertai dengan koefisien setiap pekerjaan. Untuk analisa pekerjaaan ini biasanya mempunyai standar Nasional Indonesia (SNI), Namun biasa juga mengikuti koefien yang biasa dilakukan dengan hitungan estimator sendiri. Untuk harga bahan material dan upah, biasanya ditentukan oleh dinas pekerjaan umum satiap daerah. Untuk mendapatkan Analiasa dan harga bahan material, silakan teman-teman hubungi dinas pekerjaan umum di tempat teman teman sehingga diperoleh Rencana Anggran Biaya yang akurat.

Oya, dalam tahap ini, yang harus diperhatikan adalah satuan yang digunakan dalam setiap item pekerjaan, apakah m’ atau m2 atau m3. Sebagai contoh, saya menggunakan koefisien analisa Rencana Anggran Biaya Standar Nasional Indonesia yang menggunakan satuan analisa rencana anggran biaya nya m2, maka saya memperoleh:


1 Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank
Tenaga Koefisien Satuan
Kayu 5/7 0,012 M3
Paku biasa 2" - 5" 0,020 Kg
Kayu papan 3/20 0,007 M3
Sebagai contoh, dengan harga masing masing bahan untuk tabel di atas adalah sebagai berikut:
2 Harga Bahan
Bahan Harga
Kayu 5/7 22.000,00
Paku biasa 2" - 5" 22.000,00
Kayu papan 3/20 17.600,00
Dari Pengalian tabel nomor 1 dan 2, maka diperoleh analisa untuk Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank adalah sebagi berikut.
3 Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank
Tenaga Koefisien Satuan Jumlah Harga
Kayu 5/7 0,012 Btg 264,00
Paku biasa 2" - 5" 0,020 440,00
Kayu papan 3/20 0,007 Kg 123,20
Total 827,20
Langkah 3: Menghitung Upah Tenaga Kerja
Untuk standar upah, harus mengikuti standar upah tiap-tiap daerah yang dikeluarkan oleh dinas pekerjaan umum dengan cara mengalikan upah standar dengan koefisien yang ditetapkan. Seperti tabel dibawah ini:

4 Satuan dan Koefisien Tenaga Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank
Tenaga Koefisien Satuan
Tukang kayu 0,1 Oh
Pekerja 0,1 Oh
Kepala tukang 0,01 Oh
Mandor 0,005 Oh
Untuk Upah tenaga kerja yang diperlukan dalam  Pembuatan Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank, seperti tabel dibawah
5 Upah Tenaga Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank
Tenaga Koefisien
Tukang kayu 80.000,00
Pekerja 70.000,00
Kepala tukang 100.000,00
Mandor 90.000,00
Selanjutnya adalah dengan mengalikan tabel nomor 4 dan tabel nomor 5, sehingga diperoleh analisa biaya untuk Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank, seperti tabel di bawah ini.
6 Satuan dan Koefisien Tenaga Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank
Tenaga Koefisien Satuan Jumlah Harga
Tukang kayu 0,1 Oh 8.000,00
Pekerja 0,1 Oh 7.000,00
Kepala tukang 0,01 Oh 1.000,00
Mandor 0,005 Oh 450,00
Total 16.450,000
Langkah 4: Menghitung Biaya keseluruhan untuk Bahan dan Tenaga
Hal ini, dilakukan dengan cara menjumlahkan hasil dari analisa bahan (Tabel nomor 3) dengan analiasa tenaga (Tabel nomor 6) Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank. Sehingga diperoleh Biaya untuk pembuatan 1 m2 Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank adalah sebesar Rp.  17.277,200 ,-.

Catatan: Biasanya pada tahap ini perlu ditambahkan biaya Overheat, Yaitu biasa juga dikatakan dengan biaya tak terduga atau biaya antisipasi jika ada kekurangan bahan pada saat pengerjaan konstruksi rumah. Besarnya biaya overheat ini tergantung dari analisa harga satuan pekerjaan dan bahan yang dikeluarkan oleh dinas pekerjaan umum setempat. Namun biasanya berkisar antara 10% - 15 % dari total Biaya dan alat.

Untuk contoh perhitungan saat ini sipilpoin tidak menambahkan biaya overheat, namun jika teman-teman ingin mamakainya, bisa manambahkannnya sendiri.

Langkah 5: Menghitung Biaya keseluruhan

Caranya dengan mengalikan volume pekerjaan pada langkah 1, yaitu 18 m'  dengan Biaya keseluruhan untuk Bahan dan Tenaga  pada langkah nomor 4, yaitu Rp.  17.277,200,- sehingga hasilnya seperti tabel dibawah ini.

URAIAN VOLUME HARGA SATUAN JUMLAH HARGA
Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank 18 17.277,200 310.989,600
Demikianlah, cara menghitung rencana anggran biaya Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank untuk pembangunan rumah. Dengan Luasan bangunan 18 m' diperoleh Anggran biaya pembangunan sebesar Rp. 310.989,600.-

Jangan Lupa Bagikan, Comment, Subsribe Artikel ini. Semoga Bermanfaat. Terima Kasih

ANALISA PEMBUATAN BEDENG BURUH

Sipilpoin. Kali ini sipilpoin akan membahas mengenai cara menghitung Rencana Anggran Biaya Pembuatan bedeng buruh pada saat pembangunan konstruksi rumah. Bedeng buruh adalah tempat sementara para pekerja bangunan untuk membangun rumah, sehingga para buruh tidak kehujanan atau kepanasan. Fungsi lain dari bedeng buruh ini adalah sebagai tempat bermalam para buruh jika buruhnya didatangkan dari dareah yang jauh dari lokasi pembuatan bangunan rumah.
ANALISA PEMBUATAN BEDENG BURUH

Seringnya item pembuatan bedeng buruh ini ada untuk bangunan gedung belantai lebih dari 3 lantai dan kebutuhan untuk pekerja pembangunan gedung tersebut banyak orang, biasanya lebih dari 10 orang. Seringnya pembangunan bedeng buruh ini terbuat dari tripleks dan berlantai 2 dan bersau dengan gudang dan alat-alat. Lantai 2 digunakan sebagai bedeng buruh, sedangkan lantai 1 digunakan sebagai gudang peralatan.
Biaya Pembuatan Bedeng buruh merupakan tahapan selanjutnya setelah dilakukan penghitungan Rencana Anggran Biaya Pembuatan gudang dan alat-alat.

Berikut adalah cara menghitung kebutuhan dan analisa untuk pembuatan bedeng buruh.

Langkah 1: Menghitung volume pembersihan lahan
Menghitung volume untuk Rencana Anggran Biaya Pembuatan Bedeng Buruh pembangunan rumah dapat dilakukan dengan cara mengalikan panjang bangunan (p) dengan lebar bangunan (l). Misalnya, akan dibanguan bedeng uruh satu lantai dengan panjang bangunan 8 m dan lebar bangunan 6 m, maka volume yang diperoleh adalah 8m x 6m = 48 m2.

Langkah 2: Menghitung Analisa Harga satuan pekerjaan
Pada tahapan ini, sama seperti cara menghitung pembuatan gudang dan alat-alat, perbedaan hanya terletak pada koefisien yang digunakan. Yang perlu kita ketahui adalah bahan dan pekerja yang disertai dengan koefisien setiap pekerjaan. Untuk analisa pekerjaaan ini biasanya mempunyai standar Nasional Indonesia (SNI), Namun biasa juga mengikuti koefien yang biasa dilakukan dengan hitungan estimator sendiri. Untuk harga bahan material dan upah, biasanya ditentukan oleh dinas pekerjaan umum satiap daerah. Untuk mendapatkan Analiasa dan harga bahan material, silakan teman-teman hubungi dinas pekerjaan umum di tempat teman teman sehingga diperoleh Rencana Anggran Biaya yang akurat.

Oya, dalam tahap ini, yang harus diperhatikan adalah satuan yang digunakan dalam setiap item pekerjaan, apakah m’ atau m2 atau m3. Sebagai contoh, saya menggunakan koefisien analisa Rencana Anggran Biaya Standar Nasional Indonesia yang menggunakan satuan analisa rencana anggran biaya nya m2, maka saya memperoleh:

1 1 M² Pembuatan Bedeng Buruh
Tenaga Koefisien Satuan
Dolken Kayu Ø 8 - 10/400 cm 1.250 Btg
Kayu 0.186
Paku biasa 0.3 Kg
Semen portland 18 Kg
Pasir beton 0.03
Koral beton 0.05
Seng Gelombang BJLS 32 1.5 Lbr
Plywood 4mm 1.35 Lbr
Sebagai contoh, dengan harga masing masing bahan untuk tabel di atas adalah sebagai berikut:

2 Harga Bahan
Bahan Harga
Dolken Kayu Ø 8 - 10/400 cm 22,000.00
Kayu 22,000.00
Paku biasa 17,600.00
Semen portland 1,474.00
Pasir beton 115,500.00
Koral beton 11,000.00
Seng Gelombang BJLS 32 74,085.00
Plywood 4mm 77,000.00
Dari Pengalian tabel nomor 1 dan 2, maka diperoleh analisa untuk bahan Pembuatan gudang semen dan alat – alat adalah sebagi berikut.

3 1 M² Pembuatan Bedeng Buruh
Tenaga Koefisien Satuan Jumlah Harga
Dolken Kayu Ø 8 - 10/400 cm 1.250 Btg 27,500.000
Kayu 0.186 4,092.000
Paku biasa 0.3 Kg 5,280.000
Semen portland 18 Kg 26,532.000
Pasir beton 0.03 3,465.000
Koral beton 0.05 550.000
Seng Gelombang BJLS 32 1.5 Lbr 111,127.500
Plywood 4mm 1.35 Lbr 103,950.000
Total 282,496.500
Langkah 3: Menghitung Upah Tenaga Kerja
Untuk standar upah, harus mengikuti standar upah tiap-tiap daerah yang dikeluarkan oleh dinas pekerjaan umum dengan cara mengalikan upah standar dengan koefisien yang ditetapkan. Seperti tabel dibawah ini:

4 Satuan dan Koefisien Tenaga Pembuatan Bedeng Buruh
Tenaga Koefisien Satuan
Tukang kayu 2 Oh
Pekerja 1 Oh
Kepala tukang 0.2 Oh
Mandor 0.05 Oh
Untuk Upah tenaga kerja yang diperlukan dalam  Pembuatan Bedeng Buruh, seperti tabel dibawah.

5 Upah Tenaga Pembuatan Bedeng Buruh
Tenaga Koefisien
Tukang kayu 80,000.00
Pekerja 70,000.00
Kepala tukang 100,000.00
Mandor 90,000.00
Selanjutnya adalah dengan mengalikan tabel nomor 4 dan tabel nomor 5, sehingga dipeoleh analisa biaya untuk Pembuatan gudang semen dan alat – alat, seperti tabel di bawah ini.

6 Satuan dan Koefisien Tenaga Pembuatan Bedeng Buruh
Tenaga Koefisien Satuan Jumlah Harga
Tukang kayu 2 Oh 160,000.00
Pekerja 1 Oh 70,000.00
Kepala tukang 0.2 Oh 20,000.00
Mandor 0.05 Oh 4,500.00
Total 254,500.000
Langkah 4: Menghitung Biaya keseluruhan untuk Bahan dan Tenaga
Hal ini, dilakukan dengan cara menjumlahkan hasil dari analisa bahan (Tabel nomor 3) dengan analiasa tenaga (Tabel nomor 6) Pembuatan Bedeng Buruh. Sehingga diperoleh Biaya untuk pembuatan 1 m2 Bedeng Buruh adalah sebesar Rp. 536.996,500,-.

Catatan: Biasanya pada tahap ini perlu ditambahkan biaya Overheat, Yaitu biasa juga dikatakan dengan biaya tak terduga atau biaya antisipasi jika ada kekurangan bahan pada saat pengerjaan konstruksi rumah. Besarnya biaya overheat ini tergantung dari analisa harga satuan pekerjaan dan bahan yang dikeluarkan oleh dinas pekerjaan umum setempat. Namun biasanya berkisar antara 10% - 15 % dari total Biaya dan alat.

Untuk contoh perhitungan saat ini sipilpoin tidak menambahkan biaya overheat, namun jika teman-teman ingin mamakainya, bisa manambahkannnya sendiri.

Langkah 5: Menghitung Biaya keseluruhan
Caranya dengan mengalikan volume pekerjaan pada langkah 1, yaitu 48 m2  dengan Biaya keseluruhan untuk Bahan dan Tenaga  pada langkah nomor 4, yaitu Rp. 536.996,500,-. sehingga hasilnya seperti tabel dibawah ini.


URAIAN VOLUME HARGA SATUAN JUMLAH HARGA
1 m² Pembuatan Bedeng Buruh 48 536,996.500 25,775,832.000
Demikianlah, cara menghitung rencana anggran biaya Pembuatan Bedeng Buruh untuk pembangunan rumah. Dengan Luasan bangunan 48 m2 diperoleh Anggran biaya pembangunan sebesar Rp. 25.775.832.-
Jangan Lupa Bagikan, Comment, Subsribe Artikel ini. Semoga Bermanfaat. Terima Kasih