Jenis Jembatan Beton

Secara umum, fungsi jembatan jenis apapun sama, yaitu : 
Bangunan yang menghubungkan secara fisik untuk keperluan pelayanan transportasi dari tempat ujung satu ke ujung lainnya, yang terhalang oleh kondisi alam atau  bagunan lain ”.

Secara fisik, fungsi jembatan adalah menghubungkan dua tempat yang terhalang oleh kedua kondisi, yaitu :

  1. Kondisi alam, seperti : sungai, lembah, selat  ( disebut bridge )
  2. Kondisi bangunan atau jalan yang telah / akan ada ( disebut Fly Over / Viaduct )

Problem yang dihadapi dua macam jembatan tersebut berbeda, yaitu :
Jenis Jembatan Beton
Jenis Jembatan Beton 
(post-ads)
  1. Jembatan/bridge : arus air atau kedalaman air yang dapat menyulitkan  proses pelaksanaan jembatan
  2. Jembatan layang/fly over : fungsi bangunan/jalan yang ada dibawahnya tidak boleh terganggu selama proses pelaksanaan   jembatan layang. Oleh kerena itu diperlukan pengaturan lalu lintas selama proses pelaksanaan jembatan.

Dalam pelaksanaan jembatan, hambatan utamanya adalah kondisi fisik alam setempat yang cukup diatasi dengan teknologi. Sedang dalam pelaksanaan jembatan layang, hambatan utamanya adalah kondisi fungsi sosial setempat yang tidak cukup diatasi dengan teknologi saja tetapi harus dengan manajemen yang baik, agar tidak merugikan fungsi sosial yang ada, terutama traffic/lalu lintas yang ada.  Jadi sebelum proyek dimulai, harus dilakukan manajemen lalu lintas (traffic manajement ), untuk menjamin lalu lintas tetap dapat berfungsi .

Proses pengecoran “bangunan atas” jembatan beton, berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi, dan untuk mempercepat pelaksanaan serta  mengurangi  limbah, maka metode berkembang  menuju sistem precast . Hal ini merupakan tantangan tersendiri untuk alat angkatnya dan struktur sambungannya. Untuk jembatan besar, girder betonnya berbentuk box.

Dari proses pengecoran dapat dibagi menjadi :

  1. Cast Insitu, bangunan atas jembatan dicor di tempat dengan bantuan perancah, baik yang terletak di atas tanah maupun yang terletak pada suatu struktur bantu.
  2. Precast, bagian bangunan atas dicor di pabrik/lokasi khusus pengecoran, kemudian diangkat dan dipasang pada posisinya sesuai gambar design.
  3. Campuran, sebagian banguan atas jembatan dicor dengan sistim precast dan sebagian dicor ditempat, kemudian beton tersebut menjadi satu kesatuan struktur. Dalam hal ini biasanya beton precast mendominasi sedang bagian yang cor termasuk sifatnya minor.

Untuk jembatan yang besar/panjang bentangnya, maka strukturnya tidak mungkin lagi dibuat sekaligus baik untuk cast insitu maupun precast, maka untuk mengatasi hal tersebut pelaksanaanya dipilih menggunakan segmental ( segmen demi segmen ), dengan sistim free cantilever atau sistim launching.

Keunggulan sistim precast dibanding dengan cast insitu (cast inplace) adalah :

  1. Waktu pelaksanaan jembatan dapat lebih cepat
  2. Mutu lebih terjamin
  3. Tidak menimbulkan limbah
  4. Lebih memacu perkembangan teknologi alat konstruksi terutama alat angkut dan alat angkat.
  5. Berkembangnya sistim penyambungan

Sedang kelemahannya, adalah :

  1. Memerlukan alat angkat yang relatif besar
  2. Memerlukan ketelitian dimensi yang tinggi

     Untuk menjalankan fungsinya, jembatan menghadapi dua jenis hambatan, yaitu :

  1. Tantangan alam, tempat lokasi jembatan, yaitu masalah bentang .
  2. Tantangan beban yang harus dipikul semakin besar, sesuai dengan meningkatnya keperluan transportasi, yaitu masalah mutu material.

Untuk melayani tantangan tersebut, struktur jembatan juga berkembang dalam jenis-jenis design-nya, yaitu :

  1. Jembatan beton biasa/conventional, dapat melayani bentang yang terbatas, tidak terlalu panjang,  secara layak .
  2. Jembatan prestressed, dapat melayani bentang yang lebih panjang secara lebih layak , karena sistim stressing yang menimbulkan momen secunder yang berlawanan .
  3. Jembatan lengkung, dapat melayani bentang yang lebih panjang dibanding jembatan yang lurus, karena dapat memanfaatkan  kekuatan beton yaitu : kuat tekan .
  4. Jembatan cable-stayed atau jembatan gantung, dapat melayani bentang (antar pilar) yang sangat panjang, karena merupakan kelipatan dari jarak kabel yang ada 

Disamping perkembangan jenis design tersebut diatas, mutu dari material beton dan baja penulangan juga mengalami peningkatan, seperti contoh berikut sebagai dasar perhitungan struktur :

  1. Kekuatan desak beton dari 75 kg/cm2 meningkat mencapai lebih dari 500 kg/cm2
  2. Kekuatan tarik baja penulangan dari 1200 kg/cm2 meningkat mencapai 4000 kg/cm2

Pengembangan tersebut , mau tidak mau juga memacu perkembangan teknologi metode pelaksanaannya , terutama sistim dan peralatan konstruksinya.

BiayaPembongkaran Atap Seng Tidak Di Pakai Lagi

Berikut Analisa  BiayaPembongkaran Atap Seng Tidak Di Pakai Lagi
An Indeks Sat Harga Satuan Jumlah Harga
(Rp) (Rp)
1 2 3 4 5
Bahan
Tenaga
Pekerja 0.0120 OH - -
Tukang Kayu 0.0060 OH - -
Kepala Tukang 0.0006 OH - -
Mandor 0.0060 OH - -
Jumlah -
Over Head & Profit (10%) -
TOTAL -
Pembongkaran Atap Seng Tidak Di Pakai Lagi

Membuat 1 M3 Beton Mutu fc = 9.8 Mpa (K125)

Berikut Analisa Membuat 1 M3 Beton Mutu fc = 9.8 Mpa (K125)
An Indeks Sat Harga Satuan Jumlah Harga
(Rp) (Rp)
1 2 3 4 5
Bahan
Tenaga
Pekerja 0.0150 OH - -
Tukang Kayu 0.0250 OH - -
Kepala Tukang 0.0025 OH - -
Mandor 0.0075 OH - -
Jumlah -
Over Head & Profit (10%) -
TOTAL -
Membuat 1 M3 Beton Mutu fc = 9.8 Mpa (K125)

Analisa Pembongkaran Loteng Eternit

Berikut Tabel Analisa Pembongkaran Loteng Eternit
An Indeks Sat Harga Satuan Jumlah Harga
(Rp) (Rp)
1 2 3 4 5
Bahan
Tenaga
Pekerja 0.0056 OH - -
Tukang Kayu 0.0080 OH - -
Kepala Tukang 0.0008 OH - -
Mandor 0.0003 OH - -
Jumlah -
Over Head & Profit (10%) -
TOTAL -

Analisa Pembongkaran Loteng Eternit

Sistim Penyangga Besi (steel support) Terowongan

Secara umum, sistim penyangga besi, ada 5 (lima) jenis, yaitu :
1. Continous Rib , jenis ini biasanya untuk terowongan ukuran kecil, yaitu terdiri dari dua bagian yang ditemukan. Seperti dibawah ini Dua bagian steel support yang ditemukan

Sistim Penyangga  Besi (steel support) Terowongan
Dua bagian steel support yang ditemukan
Steel support bagian kiri dan bagian kanan dihubungkan dengan bout pada saat pemasangan. Sedang bagian lengkung dan bagian tegaknya untuk tiap bagian dihubungkan dengan sistim las pada saat fabrikasi.

2. Rib and Post, jenis ini biasanya untuk terowongan ukuran besar, yaitu terdiri dari empat bagian yang ditemukan. 

Sistim Penyangga  Besi (steel support) Terowongan
Support Rib and Post
Untuk jenis ini fabrikasinya terdiri dari empat potong untuk setiap support, yaitu  dua rib kiri dan kanan dan dua post kiri dan kanan. Post dan rib masing-masing dihubungkan dengan bout pada saat pemasangan. Kemudian rib kiri dan rib kanan juga dihubungkan dengan bout 
3. Rib and Wall Plate, jenis ini biasanya untuk terowongan ukuran besar, berbentuk circle, yaitu terdiri dari dua bagian yang ditemukan, dan diletakkan diatas wall plate. 
Sistim Penyangga  Besi (steel support) Terowongan
Support Rib and Wall Plate
4. Rib , Wall Plate and Post , jenis ini biasanya untuk terowongan ukuran besar, dimana jarak Post dan Rib tidak sama, yaitu terdiri dari dua bagian yang ditemukan, dan diletakkan diatas wall plate. 
Sistim Penyangga  Besi (steel support) Terowongan
Support Rib, Wall Plate, and Post

Dalam hal ini biasanya jarak Rib lebih rapat dibanding jaral Post, perbedaan jarak ini diatasi dengan adanya Wall Plate

5. Full Circle Rib , jenis ini biasanya untuk terowongan ukuran besar, berbentuk circle, yaitu terdiri dari dua atau tiga bagian yang ditemukan.
Jarak Penyangga  Besi 
Sistim Penyangga  Besi (steel support) Terowongan
Full Circle Rib
Kadang-kadang suatu terowongan melalui berbagai jenis tanah yang tidak sama. Untuk tanah yang stabil, diperlukan penyangga yang lebih sedikit / kecil, dibanding untuk tanah yang kurang stabil, karena perbedaan beban yang harus dipikul oleh penyangga tersebut .

Untuk mengatasi hal tersebut, dapat dipilih 2 ( dua ) cara, yaitu :
  1. Perbedaan jarak penyangga, tetapi dengan menggunakan dimensi yang sama  ( spacing steel support ). 
  2. Perbedaan dimensi penyangga, tetapi dengan jarak yang sama   (weight of steel rib).


Sistim Penyangga  Besi (steel support) Terowongan
Jarak sama, dimensi beda
Dari dua cara diatas, lebih disukai cara 2, yaitu dengan dimensi (ukuran) yang berbeda tetapi jaraknya dipasang sama.  Untuk beban yang berat dimensi besi penyangga lebih besar ( hal ini hanya untuk memudahkan struktur pengaku ).

Contoh gambar jenis-jenis penyangga yang dipasang dengan jarak yang sama, tetapi dimensinya berbeda. 
M   : Medium  Ribs
H   :  Heavy  Ribs            jarak Ribs adalah sama .
L    :  Light  Ribs

Sistim Penyangga  Besi (steel support) Terowongan
Jarak tidak sama, Dimensi sama
Cara yang lain juga dapat dipergunakan, tetapi harus teliti karena jarak steel support  tidak sama. Hanya cara ini memiliki kelebihan karena steel support yang digunakan dimensinya sama. 

Kegunaan Terowongan

Pada dasarnya terowongan dibuat sesuai dengan keperluannya, yaitu terutama untuk sarana transportasi, yang dapat digolongkan  menjadi 3 (tiga), yaitu :

1. Transportasi Umum
Disini terowongan berfungsi untuk sarana transportasi barang dan manusia, yang berbentuk jalan raya (high way), atau jalan kereta api (railway). Adakalanya untuk dapat menampung volume lalu lintas yang besar terowongan dibuat dengan ukuran yang besar, untuk jalan raya dua lane atau lebih dan atau untuk  jalan kereta api double track. 

Untuk jenis ini masih dibolehkan ada toleransi kemiringan / slope , karena fungsinya tidak dipengaruhi oleh gaya gravitasi, hal ini disebabkan  karena kendaraan yang lewat, memiliki energi sendiri. Namun demikian seperti layaknya jalan raya / jalan kereta api, maka diperlukan fasilitas-fasilitas seperti : penerangan, rambu-rambu, blower, dan lain sebagainya.`

Kegunaan Terowongan Di banyak negara yang maju, transportasi umum sudah banyak yang dilayani dengan terowongan (subway). Negara-negara yang belum maju nanti arahnya juga akan menuju penggunaan subway untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di permukaan. Namun demikian rencana subway tersebut dapat menghadapi kesulitan pelaksanaan, bila pola pembangunan infra strukturnya tidak direncanakan dengan baik. Bila kondisinya sudah demikian, maka biasanya alternatifnya adalah penggunaan jalan layang (fly over), untuk mengatasi kemacetan-kemacetan  lalu lintas yang terjadi .


2. Transportasi Khusus
Disini terowongan berfungsi untuk sarana transportasi barang khusus, misalnya hasil tambang. Bila suatu hasil tambang diinginkan dan letaknya jauh didalam tanah, maka untuk mengexploitasinya diperlukan terowongan untuk mencapai lokasi tambang yang menjadi sasaran tersebut . 

Oleh karena itu, bila ada suatu kondisi dimana hasil tambang sudah muncul dipermukaan, atau di kedalaman yang relatif dangkal, maka hasil tambang dapat diexploitasi dengan cara open cut, dan tidak memerlukan terowongan . Keadaan ini sangat menguntungkan sekali , karena pembuatan terowongan selain biayanya mahal juga problem-  nya tidak mudah.

Untuk terowongan jenis ini, biasanya tidak dibuat permanen, tetapi cukup kuat dan aman. Fasilitas yang diperlukan juga tidak  sebagus terowongan untuk transportasi umum. Bahkan bila hasil tambang yang digali sudah dinyatakan habis atau tidak ekonomis lagi untuk ditambang , maka  terowongan tersebut  ditutup kembali, atau tidak difungsikan  .

3. Transportasi Air
Disini terowongan berfungsi untuk sarana transportasi air, yang biasanya merupakan bagian dari saluran air yang terbuka, atau sungai buatan untuk suplesi sungai yang satu kepada yang lain, atau untuk mengatasi banjir (kelebihan debit sungai), dimana aligment-nya menemui suatu bukit .

Terowongan yang mengangkut air ini kadang juga dimanfaatkan sebagai pembangkit energi , bila kedua titik lokasi yang dihubungkan oleh terowongan tersebut memiliki beda tinggi yang cukup, sehingga dapat dimanfaatkan tekanan air akibat beda ketinggian tersebut untuk membangkitkan suatu energi ( listrik ) .

Untuk terowongan jenis ini (saluran air) diperlukan ketelitian kemiringan/ slope dari dasarnya, karena dalam fungsinya mengalirkan air, sangat dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Kesalahan kemiringan dasar terowongan dapat menyebabkan kegagalan fungsi terowongan  yang cukup fatal. Untuk terowongan jenis ini tentunya tidak memerlukan fasilitas seperti pada terowongan jenis yang diatas. 

Sedang khusus untuk terowongan pembangkit energi tidak terikat dengan slope tertentu, dan bahkan secara teori tegakpun tidak menjadi masalah, karena semakin pendek suatu terowongan berarti biayanya akan lebih murah. Terowongan jenis ini, seluruh permukaan dindingnya bertekanan tinggi, sehingga strukturnya tentu berbeda dengan terowongan yang tidak bertekanan.

Macam - Macam Terowongan

Terowongan dapat dibagi menjadi beberapa macam, bila ditinjau dari berbagai segi.
Ada 2 (dua ) jenis terowongan, ditinjau dari kondisi dan jenis tanah yang dilalui terowongan tersebut, yaitu :
1. Terowongan tanpa lining
Macam - Macam  TerowonganBila terowongan melalui lapisan tanah yang keras dan stabil, serta tidak mengalami perubahan fisik akibat  perubahan cuaca yang terjadi, maka galian terowongan dapat langsung dipergunakan/ difungsikan, tanpa dilapis / dilindungi oleh material lain.

Jenis terowongan yang melalui tanah seperti ini, biayanya paling murah, karena disamping tidak diperlukan pekerjaan supporting dan lining, volume galian biasanya juga dapat dikendalikan sekecil mungkin. 


Untuk keperluan finishing permukaan galian agar kelihatan rapi, cukup ditutup dengan shoot crete, yaitu adukan semen dan pasir yang ditembakkan dengan cara menyemprot. Untuk safety bisa juga ditambah dengan support dari ground anchor.

2. Terowongan dengan lining 
Bila terowongan melalui tanah yang lunak atau kurang stabil dan mudah berubah oleh pengaruh cuaca, maka galian terowongan perlu diperkuat dengan lining.
Lining terowongan dapat dibuat dari berbagai material, seperti :
  1. Beton
  2. Pasangan batu
  3. Kombinasi pasangan batu dan beton
  4. Baja, berupa panel-panel yang dapat dihubungkan satu dengan yang lain 

Untuk jenis pertama sampai dengan yang ketiga diatas, karena proses lining / pelapisan memerlukan waktu yang cukup lama, maka biasanya sebelum dilakukan lining, dinding galian disupport dulu dengan besi (steel support) yang berbentuk sesuai dengan penampang terowongan.
Macam - Macam  Terowongan

Jaman dulu sebelum teknologi baja berkembang, support terowongan menggunakan bahan dari kayu. Dengan demikian luas galian akan jauh lebih besar dari yang diperlukan, karena bagian dari kayu, harus terletak diluar struktur ketebalan lining. Penggunaan kayu sebagai support galian juga membatasi bentuk penampang terowongan, karena struktur kayu sangat sulit untuk mengikuti bentuk-bentuk yang lengkung. 

Namun sekarang selalu digunakan besi, karena selain mudah dibentuk sesuai dengan bentuk penampang yang akan digali, juga akan lebih efisien, dan lebih cepat karena steel support sudah dapat disiapkan sebelum pekerjaan penggalian dilakukan.

Sedangkan jenis linning baja tidak memerlukan support, karena panel-panel baja tersebut, biasanya berbentuk segmen-segmen lingkaran  yang dapat saling dihubungkan dengan bout, dan dapat segera dipasang sesudah pekerjaan galian. Sehingga setelah berbentuk lingkaran disamping dapat berfungsi sebagai lining juga dapat berfungsi sebagai steel support.

Manfaat Terowongan Pada Pekerjaan Konstruksi

Suatu terowongan, biasanya dibuat dengan maksud mencari alternatif yang paling menguntungkan dalam rangka mencapai sasaran dan tujuan dari pembuatan terowongan tersebut.

Dalam rangka keperluan pembuatan jalan  (jalan raya atau jalan kereta api) atau saluran air, ada kemungkinan karena kondisi topografi setempat, terpaksa harus bertemu dengan suatu bukit yang harus ditembus dengan pertimbangan ekonomi (lebih cepat, lebih permanen, dan tidak mengurangi lahan)  atau bisa juga disengaja menembus bukit untuk keperluan saluran pengelak (diversion tunnel) untuk mengalihkan aliran sungai pada proses pembangunan sebuah bendungan atau saluran air yang harus menembus bukit untuk memperoleh panjang saluran yang terpendek agar tidak banyak kehilangan tinggi tekanan, sehingga dapat mengairi lahan yang lebih luas (elevasi). Selain itu dapat juga terowongan dibuat sengaja untuk menghubungkan dua atau lebih basement bangunan.

Terowongan juga dapat sengaja dibuat dengan tujuan tertentu karena akan memindahkan / mengambil material yang tersimpan didalam tanah. Pekerjaan terowongan yang besar-besaran dalam hal ini adalah untuk usaha per-tambangan.

Manfaat Terowongan Pada Pekerjaan KonstruksiDalam hal yang pertama, yaitu menetapkan trace saluran atau jalan sebenarnya ada dua alternatif, yaitu :

1. Mengikuti kondisi bukit,  dengan membuat trace mengelilingi kaki bukit 

2. Menembus bukit dengan terowongan.

Alternatif pertama selain memerlukan permukaan lahan sepanjang trace bangunan, juga akan memerlukan bangunan yang lebih panjang, serta terpaksa menghadapi risiko kelongsoran tebing. 

Manfaat Terowongan Pada Pekerjaan Konstruksi
Sedang alternatif kedua banyak digunakan sejak dikuasainya teknologi pelaksanaan terowongan, bila ternyata memang alternatif tersebut secara ekonomis lebih menguntungkan .

Keuntungan-keuntungan alternatif terowongan adalah sebagai berikut :
  1. Trace lebih pendek, hal ini sangat berarti untuk saluran air, yaitu kemampuan untuk mengairi wilayah dapat lebih luas, karena tidak  mengalami banyak penurunan  tinggi tekanan air. Hal ini disebabkan oleh ujung outlet terowongan yang elevasinya masih cukup tinggi, karena bangunan yang lebih pendek sehingga kehilangan tinggi tekanan airnya jauh lebih kecil.
  2. Lebih permanen, karena tidak akan terganggu dengan longsoran dan sebagainya. Risiko runtuhnya atap terowongan hanya terjadi pada proses pelaksanaan yang dapat diatasi dengan berbagai metode pelaksanaan. Dan setelah di linning kondisi akan stabil kembali.
  3. Tidak mengurangi manfaat permukaan tanah/lahan, karena terletak dibawah permukaan tanah. Sehingga permukaan lahan dapat dimanfaatkan untuk keperluan lainnya terutama pertanian
  4. Menunjang pengembangan teknologi terowongan. Hingga saat ini kemajuan terowongan baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan termasuk pengembangan penggunaan peralatan telah mengalami kemajuan yang luar biasa. Sehingga terowongan dapat dibuat dengan kecepatan pelaksanaan yang tinggi, dan dengan dimensi yang makin besar.

    Kelemahan-kelemahan alternatif terowongan adalah sebagai berikut :
  1. Memerlukan pengalaman yang cukup tinggi baik untuk perencanaan maupun untuk pelaksanaan
  2. Memerlukan Peralatan yang special ( spesifik )
  3. Mungkin biaya proyek akan lebih mahal
  4. Mengandung risiko yang tinggi , terutama pada proses pelaksanaan

Terowongan, terkadang juga dibuat dibawah dasar laut, dalam rangka pemilihan alternatif menghubungkan daratan yang dipisahkan oleh laut/selat, tanpa menggunakan kapal/angkutan air. Sehingga jumlah arus manusia maupun barang untuk menyeberangi laut / selat tersebut dapat dilipat gandakan. Hal ini secara ekonomi tentu akan lebih menguntungkan. Terowongan jenis ini yang terkenal saat ini adalah terowongan bawah laut yang menghubungkan Perancis dan Inggris, yang dilaksanakan dari dua arah dan bertemu ditengan, yang terletak dibawah dasar laut .

Dengan demikian, pada proses pelaksanaan terowongan terlebih-lebih yang menggunakan metode penggalian dari dua arah seperti tersebut diatas, maka peran surveyor (juru ukur) sangat penting sekali. Bukan hanya untuk menjamin kecepatan pelaksanaan, tetapi juga untuk menjamin penghematan biaya konstruksi .

Selain itu ahli geologi tanah juga sangat diperlukan untuk struktur terowongan yang besar, karena sifat dan kerateristik jenis tanah akan sangat berkaitan dengan teknik pelaksanaan sebuah terowongan. Seorang ahli geologi sebaiknya sudah mulai dilibatkan pada proses perancanaan (design) bangunan terowongan, karena pengetahuan detail tentang tanah sangat diperlukan. Begitu pula pada saat pelaksanaan terowongan, sehingga dapat memberikan solusi bila menghadapi masalah tanah.

Pada awalnya pembangunan dan perencanaan Terowongan juga seperti halnya pembangunan dan perencanaan Dam, yaitu banyak mengandalkan asumsi. Tetapi dengan bertambahnya pengalaman serta pengetahuan para engineer, asumsi-asumsi tersebut sudah banyak berkurang. Sehingga risiko kegagalan konstruksi maupun kegagalan bangunan sudah banyak yang dapat dikendalikan 

Maksud dan tujuan pembuatan terowongan dapat dibedakan menjadi beberapa , yaitu :
  1. Terowongan untuk keperluan pertambangan. Misalnya tambang batu bara, tembaga, emas dan lainnya yang sesuai dengan struktur tanahnya terletak dibagian dalam tanah.
  2. Terowongan untuk keperluan transportasi lalu lintas, baik High way, maupun Rail way .
  3. Terowongan untuk saluran air, baik untuk keperluan irigasi, drainase maupun untuk keperluan pembangkit listrik, termasuk terowongan sementara untuk pengeringan ( diversion tunnel ) dan tunnel spillway

Secara teknis terowongan-terowongan tersebut diatas sama saja, yang berbeda hanya proses perencanaan dan pelaksanaan yang disesuaikan dengan kondisi setempat . 

Khusus untuk terowongan saluran air, dimana aliran airnya didasarkan atas gravitasi, masalah elevasi sangat penting karena mempengaruhi gaya gravitasi yang diperlukan untuk mengallirkan air tersebut kearah yang dinginkan (dari inlet kearah outlet). Dalam pelaksanaan penggalian terowongan, elevasi dasar terowongan harus senantiasa dikontrol. Agar segera dapat diperbaiki apabila terjadi penyimpangan terhadap elevasi yang diharapkan.

Khusus untuk terowongan yang penggaliannya dilakukan secara serentak baik dari inlet maupun outlet, terlebih-lebih bila as terowongan membentuk suatu garis lengkung, maka ketelitian pengukuran sangat diperlukan. Ketelitian dan keahlian tersebut diperlukan untuk menjamin bahwa kedua ujungnya nantinya dapat bertemu pada titik dan elevasi yang diharapkan.

Terowongan Pada Konstruksi Proyek

Sejak jaman primitif dulu, manusia sudah mengenal terowongan, baik yang terbentuk oleh Alam maupun skala kecil yang dibuat oleh binatang.
Pada jaman dahulu terowongan digunakan oleh manusia untuk tempat berlindung, tetapi binatang justru memanfaatkan dan mengembangkan fungsi terowongan yang dibuatnya, tidak hanya untuk berlindung saja, tetapi juga digunakan untuk sarana transportasi menuju sasaran yang diinginkan secara aman.

Sudah pasti, manusia dengan akal yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, belajar dari alam sekitarnya, baik dari terowongan yang terbentuk oleh alam, maupun skala kecil yang dibuat oleh binatang, untuk memenuhi keperluan - keperluannya yang lebih luas, dari pada sekedar  untuk tempat berlindung saja.
Kemudian dengan memadukan antara ilmu pengetahuan yang dimiliki dengan teknologi yang dikuasainya, saat ini manusia telah berhasil mengembangkan bangunan terowongan untuk keperluan-keperluan yang besar, tidak hanya sekedar untuk tempat berlindung saja, tetapi juga untuk keperluan transportasi. 

Sejak manusia mengenal manfaat kegunaan tambang, dimana letak tambang yang diinginkan terletak didalam kedalaman tertentu didalam tanah, maka terowongan banyak dibuat dalam rangka menggali tambang-tambang yang mereka perlukan. Hingga saat ini, tambang/galian tertua yang dikenal adalah Bomvu Ridge di Swaziland, Afrika Selatan yang dilaksanakan pada tahun 40.000 SM, dengan teknik yang sangat sederhana, yaitu menggunakan tulang, batu yang tajam dan tangan.

Pada jaman “ Flintstone “ alat pencungkil dan palu batuan ditemukan dan mulai dipergunakan di Inggris, Belgia, Perancis dan Swedia. Dalam perkembangannya peralatan batu tersebut berkembang, dan diganti dengan tembaga, kemudian perunggu dan terakhir besi (Chisels).

Kemampuan pembuatan terowongan tambang di Mesir dipergunakan untuk membuat lorong-lorong dibawah kuburan Firaun (Pyramid). Lorong terpanjang adalah pada Pyramid Seti dengan total panjang 215 meter.

Beberapa jenis terowongan dapat dilihat dari gambar 
Terowongan Pada Konstruksi Proyek
Terowongan dibawah sungai danau selat


Terowongan Pada Konstruksi Proyek
Terowongan menembus bukit

Terowongan Pada Konstruksi Proyek
Terowongan penghubung basement gedung

Terowongan Pada Konstruksi Proyek
Terowongan dibawah dataran
Bangsa Romawi adalah bangsa yang ahli membuat terowongan pada zamannya. Mereka membuat terowongan untuk digunakan bagi keperluan militer, transport, suplai air dan drainase. Banyak terowongan Romawi yang masih berfungsi hingga sekarang, diantaranya adalah aquaduct di Athena yang dibangun oleh Raja Hadrian 1800 tahun yang lalu.

Peralatan pembuatan terowongan pertama kali dibuat oleh John Wilson (1856) dan dicoba untuk pertama kalinya di terowongan Great Bore di Massachusetts yang dilaksanakan pada kurun waktu tah 1851 – 1875 dengan biaya yang membengkak dari rencana USD 3,88 juta menjadi USD 17,3 juta. Pada saat yang hampir bersamaan di Eropa juga dibuat terowongan Mont Cenis (1857 – 1870) dan Saint Gothard (1872 – 1881), keduanya menggunakan gelatin untuk peledakannya.

Abad ke 19 adalah dikenal sebagai zaman keemasan dari pembuatan terowongan, ditandai dengan dibangunnya Simplon Tunnel (20 km) di Alps dan Moffat Tunnel di Rocky Mountain.

Alfred Brandt merencanakan rock drill pada tahun 1876, dari driiling machine yang semula percussive dikembangkan menjadi drilling machine yang rotary. Cara penggalian terowongan terus berkembang hingga Alfred Nobel menemukan bahan peledak dinamit, yang akhirnya banyak digunakan hingga saat ini  dan dikenal sebagai cara “ drilling and blasting “ .
Saat ini pada umumnya bangunan terowongan dibuat untuk keperluan transportasi yang terhalang oleh kondisi alam yang ada, misalkan tanah yang berbukit. 

Transportasi tersebut bisa untuk keperluan khusus, misalnya untuk angkutan hasil tambang yang diexploitasi melalui terowongan, atau untuk mengantarkan air untuk keperluan irigasi yang harus menembus suatu bukit, atau juga untuk keperluan transportasi manusia, baik  untuk jalan kereta api maupun untuk  jalan raya (high way).

Dalam sejarah pembuatan terowongan, tentunya manusia telah banyak menemui berbagai risiko karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasainya saat itu, dalam rangka menjawab tantangan-tantangan keperluan hidupnya.

Untuk keperluan mendisain dan melaksanakan suatu terowongan yang besar, diperlukan keterlibatan puluhan disiplin ilmu seperti ilmu mekanika tanah, ilmu geologi, ilmu hidrolika, ilmu mekanika teknik, ilmu beton, dan lain sebagainya. Disamping itu juga diperlukan kemampuan teknologi yang tinggi, seperti misalnya cara pembuatan terowongan dibawah dasar laut. 

Teknologi sendiri selalu berkembang sesuai dengan kemajuan pemikiran para engineer, beserta pengalamannya dalam menyelesaikan berbagai kesulitan alam, maupun tuntutan kebutuhan.

Yang akan dibahas disini, bukan tentang mendisain terowongan, tetapi bagaimana cara-cara pelaksanaan terowongan yang sudah siap disainnya, tentunya secara garis besar saja.

Cara pelaksanaan yang akan diuraikan disini, secara garis besar meliputi antara lain, sebagai berikut :
  • Pekerjaan-pekerjaan persiapan yang diperlukan 
  • Pekerjaan pengukuran, menetapkan as terowongan
  • Pekerjaan penelitian jenis tanah (boring)
  • Pekerjaan Portal di inlet an outlet terowongan
  • Pekerjaan galian (tunnel driving)
  • Pekerjaan pembuangan tanah bekas galian (mucking) 
  • Pekerjaan perkuatan tanah galian ( support )
  • Pekerjaan-pekerjaan  berupa fasiltas yang diperlukan dalam proses pelaksanaan, terutama selama proses penggalian
  • Pekerjaan pelapisan dinding galian ( lining )
  • Pekerjaan finishing 

Cara-cara pelaksanaan yang disebut diatas, diharapkan dapat memberikan gambaran yang cukup jelas tentang hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dan dilakukan, agar pelaksanaan terowongan dapat berlangsung dengan lancar. 

Pengetahuan ini juga diperlukan bagi para cost estimator dalam membuat cost estimate untuk pekerjaan terowongan, agar mampu memberikan perhitungan biaya yang realistik .

Dari beberapa hal diatas, pekerjaan penggalian (tunnel driving) dan pembuangan tanah bekas galian (mucking) sangat berpengaruh terhadap kemajuan pekerjaan. 

Dari dua jenis pekerjaan tersebut pekerjaan mucking lebih kritis dibandingkan pekerjaan galian, karena pada umumnya terlebih-lebih dengan majunya teknologi penggalian, sering pekerjaan galian harus menunggu selesainya pekerjaan mucking.

Oleh karena itu, terjadi banyak  pengembangan method untuk kedua kegiatan tersebut, yaitu dari secara manual yang mengandalkan tenaga manusia saja, sampai penggunaan mesin bor khusus untuk terowongan (tunnel boring machine). 

Alat TBM ini adalah suatu alat yang dibuat khusus untuk melaksana-kan penggalian terowongan yang dapat menggantikan fungsi drill-blast-muck (DBM). Penggunaan TBM ini memang menguntungkan sekali untuk menyingkat waktu pelaksanaan dan menghasilkan irisan yang mempunyai bentuk halus sesuai dengan yang diinginkan tanpa rekahan dan overbreak. Namun demikian penggunaan TBM ini memiliki kelemahan bila struktur tanah yang dilalui sepanjang as terowongan tidak homogin, apalagi bila melalui tanah yang lunak, maka alat ini sulit untuk dikendalikan.

 Ada metode lainnya yang disebut New Austrian Tunneling Method (NATM) yang dikembangkan oleh Rabcewics, Mueller dan Pacher pada tahun 1960, dengan didasari ilmu baru pada saat itu yaitu Rock Mechanics. 
NATM merupakan suatu ide yang menggunakan “geological stress” dari masa batuan disekeliling galian untuk menstabilkan dirinya sendiri. Galian diproteksi dengan menggunakan shotcrete segera sesudah penggalian, dengan memperhatikan “stand up time “ dari batuan. Galian ini akan membentuk suatu “load bearing ring” yang akan mengurangi terjadinya rock deformation. Kemajuan pengetahuan tentang tanah, juga ikut menunjang pengembangan teknologi pelaksanaan terowongan. 

Keuntungan penggunaan terowongan baik untuk keperluan apapun, adalah penghematan penggunaan lahan. Artinya lahan yang ada masih dapat digunakan untuk kebutuhan yang lainnya. Atau dengan kata lain adalah pemanfaatan ruang dalam tanah. Pembangunan terowongan yang mengagumkan saat ini adalah dihubungkannya Perancis dengan Inggris melalui terowongan dibawah dasar laut. 

Disamping desainnya, juga cara/metode pelaksanaannya tidak kalah mengagumkan yang dimulai dari dua ujungnya yang masing-masing terletak di Perancis dan Inggris, dan ketemu secara tepat ditengah yang terletak dibawah dasar laut.

Analisa Biaya Personil Pengawasan Jalan

Tugas utamanya seorang Quality Engineer adalah harus menjamin bahwa mutu material, mutu hasil pelaksanaan oleh kontraktor memenuhi persyaratan/ketentuan dalam Dokumen Kontrak. Quality Engineer harus benar-benar paham mengenai semua standar prosedur pengujian laboratorium yang ditetapkan dalam Dokumen Kontrak dan mempunyai pengetahuan mengenai teknologi bahan serta kendali mutu.


Analisa Biaya Personil Pengawasan Jalan
Tahapan pekerjaan pengawasan teknis diharapkan memberikan layanan yang meliputi kegiatan pekerjaan berikut :
  1. Memahami dan melaksanakan ketentuan-ketentuan hukum pemenuhan kewajiban dan tugas kontraktor.
  2. Pelaksanaan ketentuan hukum dari Dokumen Kontrak Fisik, terutama masalah hukum yang menyangkut tuntutan (claim), perpanjangan waktu pelaksanaan dan lain sebagainya.
  3. Evaluasi usulan perubahan desain dan penyiapan Contract Change Order dan  Addendum.
  4. Memberikan rekomendasi, Contract Change Order dan Addendum.
  5. Pemeriksaan dan Investigasi atas masalah khusus, misalnya : keterlambatan pelaksanaan pekerjaan, serta membuat rekomendasi pemecahannya.
  6. Memberikan saran manajemen pelaksanaan pekerjaan (Construction Management).
  7. Memberikan Laporan Teknis yang timbul selama pelaksanaan pekerjaan.
  8. Pengumpulan data lapangan rinci untuk peninjauan desain (review design), perhitungan desain, gambar desain dan surat-menyurat.
  9. Pengumpulan data lapangan yang lengkap, serta pelaksanaan uji-uji yang diperlukan.
  10. Penghimpunan data pengendalian mutu pekerjaan.
  11. Pengecekan secara cermat semua pengukuran dan perhitungan volume pekerjaan sebagai dasar pembayaran.
  12. Monitoring dan pengecekan terus menerus pengendalian mutu dan volume pekerjaan, serta menandatangani Sertifikat Bulanan (Monthly Certificate/MC). 
  13. Melakukan pengecekan dan persetujuan atas gambar-gambar terlaksana (As-Built Drawing) dan menggambarkan secara rinci bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan.
  14. Melaporkan masalah yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.
  15. Penyusunan Laporan Bulanan tentang kegitan-kegiatan pelaksanaan pekerjaan.
  16. Membantu pelaksanaan Serah Terima Pertama Pekerjaan (Provisional Hand Over/PHO) dan Serah Terima Pekerjaan (Final Hand Over/FHO) terutama dalam menyusun daftar kerusakan dan penyimpangan yang perlu diperbaiki.
Untuk melakukan penawaran baiaya pengawasan jalan, diperlukan suatu analisa untuk Dokumen Penawaran, berikut Analisa Perhitungan Biaya Personil Pengawasan Jalan:

Personil : Supervision Engineer/SE (S1 Teknik Sipil)
Pengalaman : Minimal 7 Tahun
NO KOMPONEN BLP KOEFISIEN NASIONAL KOEFISIEN DIAMBIL BILLING RATE (Rp.) HARGA SATUAN (Rp.)
a Gaji Dasar (GD) 1 x GD 1.00 6,410,500 6,410,500
b Beban Biaya Sosial (BBS) (0,3-0,4) x GD 0.30 6,410,500 1,923,150
c Beban Biaya Umum (BBU) (0,5-1,3) x GD 1.00 6,410,500 6,410,500
d Tunjangan Penugasan (0,1 x 0,3) x GD 0.20 6,410,500 1,282,100
e Keuntungan (0,1 x (GD + BBS + BBU) 0.10 1,474,415
f Jumlah Total Total 17,500,665
Dibulatkan 17,500,000
Personil : Senior Inspector/SI (S1 Teknik Sipil)
Pengalaman : Minimal 5 Tahun
NO KOMPONEN BLP KOEFISIEN NASIONAL KOEFISIEN DIAMBIL BILLING RATE (Rp.) HARGA SATUAN (Rp.)
a Gaji Dasar (GD) 1 x GD 1.00 6,065,000 6,065,000
b Beban Biaya Sosial (BBS) (0,3-0,4) x GD 0.30 6,065,000 1,819,500
c Beban Biaya Umum (BBU) (0,5-1,3) x GD 1.00 6,065,000 6,065,000
d Tunjangan Penugasan (0,1 x 0,3) x GD 0.20 6,065,000 1,213,000
e Keuntungan (0,1 x (GD + BBS + BBU) 0.10 1,394,950
f Jumlah Total Total 16,557,450
Dibulatkan 16,557,000
Personil : Inspector (STM/SMK/D3/S1 Teknik Sipil)
Pengalaman : Minimal 10/5/3 Tahun
NO. KOMPONEN BLP KOEFISIEN NASIONAL KOEFISIEN DIAMBIL BILLING RATE (Rp.) HARGA SATUAN (Rp.)
a Gaji Dasar (GD) 1 x GD 1.00 2,680,000 2,680,000
b Beban Biaya Sosial (BBS) (0,3-0,4) x GD 0.30 2,680,000 804,000
c Beban Biaya Umum (BBU) (0,5-1,3) x GD 1.00 2,680,000 2,680,000
d Tunjangan Penugasan (0,1 x 0,3) x GD 0.20 2,680,000 536,000
e Keuntungan (0,1 x (GD + BBS + BBU) 0.10 616,400
f Jumlah Total Total 7,316,400
Dibulatkan 7,316,000
Personil : Lab. Technician (STM/SMK/D3/S1 Teknik Sipil)
Pengalaman : Minimal 10/5/3 Tahun
NO. KOMPONEN BLP KOEFISIEN NASIONAL KOEFISIEN DIAMBIL BILLING RATE (Rp.) HARGA SATUAN (Rp.)
a Gaji Dasar (GD) 1 x GD 1.00 2,680,000 2,680,000
b Beban Biaya Sosial (BBS) (0,3-0,4) x GD 0.30 2,680,000 804,000
c Beban Biaya Umum (BBU) (0,5-1,3) x GD 1.00 2,680,000 2,680,000
d Tunjangan Penugasan (0,1 x 0,3) x GD 0.20 2,680,000 536,000
e Keuntungan (0,1 x (GD + BBS + BBU) 0.10 616,400
f Jumlah Total Total 7,316,400
Dibulatkan 7,316,000
Personil : Surveyor (STM/SMK/D3/S1 Teknik Sipil)
Pengalaman : Minimal 10/5/3 Tahun
NO. KOMPONEN BLP KOEFISIEN NASIONAL KOEFISIEN DIAMBIL BILLING RATE (Rp.) HARGA SATUAN (Rp.)
a Gaji Dasar (GD) 1 x GD 1.00 2,680,000 2,680,000
b Beban Biaya Sosial (BBS) (0,3-0,4) x GD 0.30 2,680,000 804,000
c Beban Biaya Umum (BBU) (0,5-1,3) x GD 1.00 2,680,000 2,680,000
d Tunjangan Penugasan (0,1 x 0,3) x GD 0.20 2,680,000 536,000
e Tunjangan Penugasan (0,1 x (GD + BBS + BBU) 0.10 616,400
f Jumlah Total Total 7,316,400
Dibulatkan 7,316,000
Personil : Sekretaris (D3)
Pengalaman : Minimal 4 Tahun
NO. KOMPONEN BLP KOEFISIEN NASIONAL KOEFISIEN DIAMBIL BILLING RATE (Rp.) HARGA SATUAN (Rp.)
a Gaji Dasar (GD) 1 x GD 1.00 1,282,300 1,282,300
b Beban Biaya Sosial (BBS) (0,3-0,4) x GD 0.30 1,282,300 384,690
c Beban Biaya Umum (BBU) (0,5-1,3) x GD 1.00 1,282,300 1,282,300
d Tunjangan Penugasan (0,1 x 0,3) x GD 0.20 1,282,300 256,460
e Tunjangan Penugasan (0,1 x (GD + BBS + BBU) 0.10 294,929
f Jumlah Total Total 3,500,679
Dibulatkan 3,500,000
Personil : Operator Komputer (D3)
Pengalaman : Minimal 4 Tahun
NO. KOMPONEN BLP KOEFISIEN NASIONAL KOEFISIEN DIAMBIL BILLING RATE (Rp.) HARGA SATUAN (Rp.)
a Gaji Dasar (GD) 1 x GD 1.00 1,282,300 1,282,300
b Beban Biaya Sosial (BBS) (0,3-0,4) x GD 0.30 1,282,300 384,690
c Beban Biaya Umum (BBU) (0,5-1,3) x GD 1.00 1,282,300 1,282,300
d Tunjangan Penugasan (0,1 x 0,3) x GD 0.20 1,282,300 256,460
e Tunjangan Penugasan (0,1 x (GD + BBS + BBU) 0.10 294,929
f Jumlah Total Total 3,500,679
Dibulatkan 3,500,000
Personil : Juru Gambar (D3/S1)
Pengalaman : Minimal 4 Tahun
NO. KOMPONEN BLP KOEFISIEN NASIONAL KOEFISIEN DIAMBIL BILLING RATE (Rp.) HARGA SATUAN (Rp.)
a Gaji Dasar (GD) 1 x GD 1.00 1,282,300 1,282,300
b Beban Biaya Sosial (BBS) (0,3-0,4) x GD 0.30 1,282,300 384,690
c Beban Biaya Umum (BBU) (0,5-1,3) x GD 1.00 1,282,300 1,282,300
d Tunjangan Penugasan (0,1 x 0,3) x GD 0.20 1,282,300 256,460
e Tunjangan Penugasan (0,1 x (GD + BBS + BBU) 0.10 294,929
f Jumlah Total Total 3,500,679
Dibulatkan 3,500,000