RAPAT PERSIAPAN PEKERJAAN (PCM) KONSTRUKSI BANGUNAN

PCM (PRE CONSTRUCTION MEETING ) Konstruksi Bangunan diselenggarakan oleh 3 unsur-unsur yang terkait : Direksi Pekerjaan sebagai unsur pengendalian, Direksi Teknis sebagai pengawas teknis , Penyedia Jasa sebagai pelaksana pekerjaan.
RAPAT PERSIAPAN PEKERJAAN  (PCM) KONSTRUKSI BANGUNAN

PCM (PRE CONSTRUCTION MEETING ) Konstruksi Bangunan Merupakan tahapan awal tindakan pengendalian Untuk Menyatukan pengertian, membuat kesepakatan dan membahas kemungkinan-kemungkinan kendala yang akan terjadi dan Petunjuk penyusunan kerangka kerja.

Beberapa hal yang perlu dibahas dan disepakati dalam PCM adalah:
  • Struktur Organisasi kerja.
  • Tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan termasuk pengajuan gambar kerja Konstruksi Bangunan (shop drawing) dan ijin kerja Konstruksi Bangunan (Request).
  • Revisi dan penyempurnaan terhadap Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Bangunan (dalam bentuk S-Curve dan/atau Critical Path Method (CPM) termasuk metode kerja) yang harus sesuai dengan target volume,waktu dan mutu.
  • Jadual pengadaan bahan, mobilisasi peralatan, dan personil serta penggunaan peralatan Konstruksi Bangunan.
  • Masalah – masalah lapangan terkait dengan Ruang Milik Jalan, Lokasi Quarry, Lokasi Base Camp .
  • Menyusun rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lapangan (mutual check) Konstruksi Bangunan dan revisi (bila ada) terhadap Detailed Engineering Design (DED) Konstruksi Bangunan.
  • Pendekatan kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat mengenai rencana kerja Konstruksi Bangunan, (misalnya: pengkaitan antara rencana kerja dengan musim tanam atau masalah jalan masuk ke quarry/angkutan bahan).
  • Penyusunan Program Mutu Kegiatan Konstruksi Bangunan yang terdiri dari Rencana Mutu Kontrak (RMK) dan Rencana Mutu Pelaksa Gegiatan Proyek (RMP).
  • Prosedur pengujian material olahan dan hasil pekerjaan Konstruksi Bangunan.
  • Rencana Pengaturan Lalu lintas (Manajemen Lalu Lintas) Konstruksi Bangunan selama pelaksanaan konstruksi, meliputi pemasangan rambu sementara, pengaturan jalan sementara/ detour (jika ada), antrean lalu lintas bergiliran, pembatasan kecepatan, dll.
  • Prosedur Pengukuran pekerjaan Konstruksi Bangunan dan Pembayaran termasuk data pendukungnya.
  • Rencana Pelaporan Konstruksi Bangunan , Komunikasi dan Korespodensi.
Materi yang dibahas dalam PCM:
 Aplikasi pasal-pasal penting dalam Dokumen Kontrak Konstruksi Bangunan.
  • Organisasi Kerja
  • Mobilisasi
  • Manajemen dan keselamatan lalu-lintas (Traffic Management and Safety)
  • Perubahan Kegiatan Pekerjaan 
  • Perubahan Kuantitas dan Harga 
  • Penghentian dan Pemutusan Kontrak
  • Sub Penyedia Jasa (Subletting)
  • Asuransi
  • Kompensasi
Prosedur administrasi penyelenggaraan pekerjaan Konstruksi Bangunan, antara lain:
  • Review dan penyempurnaan terhadap jadual kerja yang harus sesuai dengan target volume, waktu dan mutu
  • Jadwal pengadaan bahan Konstruksi Bangunan, penggunaan peralatan dan personil
  • Gambar kerja dan kelengkapannya
  • Pengajuan (request) Konstruksi Bangunan dan persetujuan (approval) dalam rangka pemeriksaan lapangan bersama (examination of works)
  • Menyusun rencana dan pelaksanaan Konstruksi Bangunan pemeriksaan lapangan bersama (mutual check), sehubungan dengan perencanaan teknis (DED) yang ada.
  • Tata cara pengajuan Pembayaran Bulanan (Monthly Certificates/MC)
  • Perpanjangan periode pelaksanaan
  • Pembuatan Amandemen Kontrak
  • Serah Terima Sementara (Provisional Hand Over) dan Serah Terima Akhir (Final Hand Over).
Tata cara dan prosedur teknis pelaksanaan pekerjaan Konstruksi Bangunan, antara lain:
  • Pelaksanaan Perkerasan Jalan Konstruksi Bangunan pada segmen jalan berikut Pengaturan lalu-lintasnya,
  • Pelaksanaan stabilisasi tanah Konstruksi Bangunan,
  • Pelaksanaan produksi agregat Konstruksi Bangunan untuk pondasi jalan dan perkerasan aspalnya.
  • Menentukan lokasi sumber material (quarry) Konstruksi Bangunan , estimate kuantitas bahan beserta rencana pemeriksaan mutu bahan yang digunakan.
  • Pendekatan terhadap masyarakat daerah dan sosialisasi Kegiatan.
  • Prosedur pengujian material/bahan dan hasil pekerjaan Konstruksi Bangunan.
  • Kendala-kendala yang mungkin terjadi selama periode kontrak.
  • Prosedur pengukuran dan pembayarannya.
  • Hubungan dengan institusi lain (Pemda, Laboratorium, dll).
  • Kemungkinan adanya perubahan program mobilisasi Konstruksi Bangunan dan schedule pelaksanaan yang  sudah disepakati pada penanda tanganan kontrak antar Direksi Pekerjaan (sebagai wakil Pemilik) dan Penyedia Jasa (sebagai Pelaksana Pekerjaan).

sipilsite merupakan sebuah sarana untuk berbagi ilmu, khususnya ilmu yang membahas dunia konstruksi bangunan. Secara umum ilmu-ilmu tentang duni konstruksi, baik konstruksi Air, Tanah, Struktur, Transportasi, Gambar Teknik, dan juga Pengalaman Admin selama ini dalam dunia konstruksi .Semoga dengan hadirnya sipilpoin.com dapat menambah ilmu kita bersama, sehingga dunia konstruksi indonesia tidak kalah dengan dunia konstruksi dari luar.


EmoticonEmoticon