PENYEBAB KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR : RETAK (CRACKING)

Sipilpoin. Dalam Dunia Konstruksi  bangunan, khususnya kontsruksi perkerasan lentur, biasanya sering kita temui kerusakan pada jalan. Kerusakan-kerusakan tersebut menurut bebrapa teori di bagi sebagai berikut:

Retak halus (hair cracking), Kerusakan ini mempunyai ciri: lebar celah kerusakan perkerasan lentur lebih kecil atau sama dengan 3 mm, penyebab kerusakan perkerasan lentur adalah bahan material untuk perkerasan yang kurang baik, tanah dasar yang kurang stabil. Sehingga Retak halus ini dapat meresapkan atau melewatkan  air ke dalam lapis permukaan (meresap). Apabila dibiarkan atau tidak segera diperbaiki Retak rambut dapat berkembang menjadi retak kulit buaya.
KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR

Retak kulit buaya (alligator cracks), Kerusakan ini mempunyai ciri: lebar celah lebih besar atau sama dengan 3 mm sehingga Saling merangkai membentuk kotak kecil yang menyerupai kulit buaya. Kerusakan perkersan  ini disebabkan oleh bahan atau material perkerasan yang kurang baik, pelapukan permukaan perkersan, tanah dasar yang kurang stabil akibat pada saat pengerjaan tidak dilakuka penggantian material tana yang rusak, sehinga air masih ada di bagian dasr tanah. Hal inilah yang menyebabkan air terkurung di bagian bawah, akibatnya sewaktu-waktu air naik ke permukaan perkersan.

Biasanya pada kerusakan perkerasan lentur ini tidak luas, jika terdapat kerusakan yang luas, hal ini disebabkan akibat adanya beban lalu lintas yang besar ata berlebihan.

Sebaiknya bagian perkerasan yang telah mengalami retak kulit buaya akibat air yang merembes masuk ke lapis pondasi dan tanah dasar diperbaiki dengan cara dibongkar dan membuang bagian-bagian yang basah, kemudian dilapis kembali dengan bahan yang sesuai.

Perbaikan harus disertai dengan perbaikan drainase di sekitarnya. Kerusakan yang disebabkan oleh beban lalulintas harus diperbaiki dengan memberi lapis tambahan. Retak kulit buaya dapat diresapi oleh air sehingga lama kelamaan akan menimbulkan lubang-lubang akibat terlepasnya butir-butir.

Retak pinggir (edge cracks), Kerusakan ini mempunyai ciri: retak memanjang jalan yang mengarah ke bahu jalan. Retak ini disebabkan oleh tidak baiknya pemadatan pada daerah pinggir pada saat pengerjaan penghamparan pada saat pengerjaan dan saluran drainase kurang baik, terjadinya penyusutan tanah tanah dasar akibat tidak dilakukannya pengantian material tanah yang rusak, Akar tanaman yang tumbuh di tepi perkerasan dapat pula menjadi sebab terjadinya retak pinggir ini.

Retak dapat diperbaiki dengan mengisi celah dengan campuran aspal cair dan pasir.
Perbaikan drainase harus dilakukan dengan cara memasang jalur pembuangan air dari baan jalan ke drainase, bahu jalan diperlebar dan dipadatkan dengan material agregat minimal kelas C. Jika pinggir perkerasan mengalami penurunan, elevasi dapat diperbaiki dengan mempergunakan hotmix. Retak ini lama kelamaan akan bertambah besar disertai dengan terjadinya lubang-lubang.

Retak sambungan bahu dan perkerasan (edge joint cracks), Kerusakan ini mempunyai ciri: retak memanjang yang umumnya terjadi pada sambungan bahu dengan perkerasan jalan. Retak dapat disebabkan dengan kondisi drainase di bawah bahu jalan lebih buruk dari pada di bawah perkerasan, terjadinya settlement di bahu jalan, penyusutan material bahu atau perkerasan jalan, atau akibat lintasan truck/kendaraan berat di bahu jalan. Perbaikan dapat dilakukan seperti perbaikan retak refleksi.

Retak sambungan jalan (lane joint cracks), Kerusakan ini mempunyai ciri: retak memanjang yang terjadi pada sambungan 2 lajur lalu lintas. Hal ini disebabkan buruknya ikatan sambungan kedua lajur.

Perbaikan dapat dilakukan dengan memasukkan campuran aspal cair dan pasir ke dalam celah-celah yang terjadi. Jika tidak diperbaiki, retak dapat berkembang menjadi lebar karena terlepasnya butir-butir pada tepi retak dan meresapnya air ke dalam lapisan.

Retak sambungan pelebaran jalan (widening cracks), Kerusakan ini mempunyai ciri:  adalah retak memanjang yang terjadi pada sambungan antara perkerasan lama dengan perkerasan pelebaran. Hal ini disebabkan oleh perbedaan daya dukung tanah di bawah bagian pelebaran dan bagian jalan lama, dapat juga disebabkan oleh ikatan antara sambungan yang uruk.

Perbaikan dilakukan dengan mengisi celah-celah yang timbul dengan campuran aspal cair dengan pasir. Jika tidak diperbaiki, air dapat meresap masuk ke dalam lapisan perkerasan melalui celah-celah, butir-butir dapat lepas dan retak bertambah besar.

Retak refleksi (reflection cracks), Kerusakan ini mempunyai ciri: retak memanjang, melintang, diagonal, atau membentuk kotak. Kerusakan ini Terjadi pada lapis tambahan (overlay) yang menggambarkan pola retakan di bawahnya.

Retak refleksi dapat pula terjadi jika gerakan vertikal/horizontal di bawah lapis tambahan sebagai akibat perubahan kadar air pada jenis tanah yang ekspansif. Untuk retak memanjang, melintang, dan digonal perbaikan dapat dilakukan dengan mengisi celah dengan campuran aspal cair dan pasir. Untuk retak berbentuk kotak perbaikan dilakukan dengan membongkar dan melapis kembali dengan bahan yang sesuai.

Retak susut (shrinkage cracks), Kerusakan ini mempunyai ciri: retak yang saling bersambungan membentuk kotak-kotak besar dengan sudut tajam. Retak disebabkan oleh perubahan volume pada lapisan permukaan yang memakai aspal dengan penetrasi rendah, atau perubahan volume pada lapisan pondasi dan tanah dasar.

Perbaikan dapat dilakukan dengan mengisi celah dengan campuran aspal cair dan pasir dan melapisi dengan burtu.

Retak selip (slippage cracks), Kerusakan ini mempunyai ciri: retak yang bentuknya melengkung . Hal ini terjadi karena buruknya ikatan antara lapis permukaan dengan lapis di bawahnya (adanya debu, minyak, air, atau benda non-adhesif, atau akibat tidak diberinya tack coat sebagai bahan pengikat di antara kedua lapisan) . Retak selip juga dapat terjadi akibat terlalu banyaknya pasir dalam campuran lapisan permukaan lentur, atau kurang baiknya pemadatan lapis permukaan.

Perbaikan dapat dilakukan dengan membongkar bagian yang rusak dan menggantikannya dengan lapisan yang lebih baik.

Demikianlah penjelasan PENYEBAB KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR. semoga bisa menambah ilmu rekan-rekan dalam dunia teknik sipil. Jika ada pertanyaan dan tanggapan silakan berkomentar. Terima Kasih. 

POLA KERUNTUHAN PONDASI DANGKAL


Sipilpoin. Dalam Dunia Konstruksi bangunan, khususnya kontruksi bangunan sederhana, setiap bangunan sederhana selalu mempunyai pondasi dangkal. Seiring perkembangan waktu, pondasi dangkal utnuk bangunan sderhana tersebut akan mengalami kerusakan atau keruntuhan, baik pada saat pemasangan ataupun setelah pemasangan pondasi dangkal tersebut.


Secara umum, pondasi dangkal bangunan rumah sederhana seperti pondasi setempat (spread footing), lajur (strip footing), atau plat penuh (mat foundations) akan mengalami tiga jenis pola keruntuhan,pola keruntuhan tersebut tergantung dari jenis tanah dan kepadatannya. Ketiga pola keruntuhan pondasi tersebut sebagai berikut.

Keruntuhan geser umum (general shear failure). Pada konstruksi bangunan sederhana , Keruntuhan ini terjadi pada lapisan pasir padat (dense sands) atau lapisan lempung kaku (stiff clays). Bidang kelongsoran pada pondasi dangkal ini terjadi mulai dari dasar pondasi sampai ke permukaan tanah di sekitar pondasi dan keruntuhan terjadi secara tiba-tiba (Gambar 1.1 .a dan 1.1 .a’).
KERUNTUHAN PONDASI DANGKAL

Keruntuhan geser lokal (local shear failure). Pada konstruksi bangunan sederhana, Pola keruntuhan ini terjadi pada pondasi bangunan sederhana yang terletak di atas lapisan pasir yang kurang padat atau lapisan tanah lempung. Bidang kelongsoran pada pondasi dangkal yang terjadi pada pola ini tidak merambat sampai ke permukaan tanah, namun pondasi dangkal ini akan turun secara tiba-tiba bila beban pondasi dangkal banunan sederhana melampaui kekuatan kritisnya (Gambar 1.1 .b dan 1.1 ,b’).

Keruntuhan geser pons (punching shear failure)Pada konstruksi bangunan sederhana ini, Pola keruntuhan yang terjadi adalah setempat, ditandai dengan teijadinya penurunan yang besar tanpa adanya kerusakan tanah di sekitar pondasi dangkal tersenut (Gambar 1.1.c dan 1.1.c’). Keruntuhan  pada pola ini dapat terjadi pada tanah jenis pasir lepas dan tanah lempung yang sensitif, yaitu tanah lempung yang memiliki rasio kekuatan maksimum dalam kondisi tidak terganggu (undisturb).

Beberapa perumusan daya dukung pondasi bangunan sederhana yang ada diturunkan dengan menggunakan pendekatan yang berbeda-beda, tergantung dari bentuk geometerik pondasi dan kondisi lapisan tanah di bawah pondasi tersebut. Oleh karena itu, biasanya dalam merancang daya dukung pondasi dangkal pada bangunan sederhana sebaiknya digunakan dua atau lebih metode/perumusan yang berbeda, hal ini dimaksudkan untuk menambah tingkat keyakinan pada hasil desain/ perhitungan agar diperoleh kekuatan yang maksimum pada pondasi dangkal tersebut. 

Namun pada umumnya, perumusan daya dukung pondasi dangkal didasarkan pada pola keruntuhan geser umum, yaitu terjadinya kerusakan tanah, mulai dari bawah pondasi dan merembet sampai ke permukaan tanah di sekitar pondasi dangkal tersebut. Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan pondasi dangkal antara lain bahwa elevasi dasar pondasi harus di bawah:
  • pada pondasi dangkal, harus mempertimbangkan batas beku tanah yang mungkin terjadi pada musim dingin (untuk negara yang mempunyai 4 musim),
  • pada pondasi dangkal bangunan sedrhana, zona yang berpotensi mengalami perubahan volume yang besar akibat perubahan kadar air di dalam tanah (tanah expansive),
  • lapisan tanah organik, hal ini akan memaksimalkan rancangan untuk desain perencanaan pondasi dangkal tersebut.
  • lapisan tanah gambut (peat), 
  • material yang tidak dapat dikonsolidasi (sampah). dalam pemasangan pondasi dangkal, pemasangannnya harus membersihkan material sampah. sehinga didapatkan kekuatan tanah dasar yang maksimum.
Demikianlah penjelasan POLA KERUNTUHAN PONDASI DANGKAL. semoga bisa menambah ilmu rekan-rekan dalam dunia teknik sipil. Jika ada pertanyaan dan tanggapan silakan berkomentar. Terima Kasih

PERTIMBANGAN PEMILIHAN JENIS PONDASI DANGKAL

Sipilpoin. Dalam Dunia Konstruksi  bangunan, khususnya bangunan sedrhana, setiap bangunan wajib menggunakan pondasi, berikut adalah penjelasan tentang pengertian pondasi dangkal.
Menurut kamus Webster (Neufeldt and Guralnik,1991), kata pondasi memiliki beberapa arti, antara lain adalah suatu lapisan atau tanah padat di bawah bangunan atau bagian struktur paling bawah dari suatu bangunan. Sedangkan menurut kamus Bahasa Indonesia (Tim Penyusun, 2001), pondasi berarti dasar bangunan yang kuat, biasanya (terdapat) di bawah permukaan tanah tempat bangunan itu didirikan.
JENIS PONDASI DANGKAL

Berdasarkan elevasi kedalaman, pondasi pada bangunan dapat diklasiflkasikan menjadi dua jenis yaitu pondasi dangkal (shallow foundations) dan pondasi dalam (deep foundations). Pengertian pondasi dangkal adalah adalah bangian dari struktur bangunan , bangunan paling bawah yang fungsinya untuk meneruskan (mendistribusi) beban bangunan ,bangian atas bangunan ke lapisan tanah yang berada relatif dekat dengan permukaan tanah. adapun yang termasuk dalam kategori pondasi dangkal adalah pondasi setempat (spread footings) dan pondasi plat penuh (mat foundations).

Meskipun pondasi dangkal sangat umum dipakai pada bangunan dengan struktur bangunan yang sedrhana, namun pada kondisi tertentu pondasi tersebut tidak cocok untuk dipergunakan. contohnya, jika lapisan tanah yang dekat dengan permukaan tanah sangat jelek (lembek) atau ada kemungkinan terjadi gerusan dari air permukaan tanah (erosi), genangan air atau bila pondasi pada bangunan yang digunakan untuk menahan beban lateral yang sangat besar maka pondasi dangkal kurang cocok untuk digunakan.

Berdasarkan teori, Pada awalnya, yang dikelompokkan  dalam pondasi dangkal adalah pondasi yang memiliki kedaiaman (D) lebih kecil atau sama dengan dimensi lebar pondasi (B). Namun dalam perkembangannya, pondasi masih dianggap dangkal meskipun kedaiaman pondasi mencapai tiga (3) sampai empat (4) kali lebar pondasi (4B).

Pondasi pada bangunan yang umum digunakan untuk bangunan dengan beban yang relatif kecil dan menengah adalah pondasi setempat (spread footing). Pondasi setempat (spread footing) merupakan pembesaran dimensi dasar kolom atau tembok yang berfungsi untuk menyebarkan beban ke lapisan tanah yang lebih luas. Beberapa tipe pondasi yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah pondasi bujur sangkar (square footing), empat persegi panjang (rectangular footing), lingkaran (circular footing), lajur (strip footing atau wall footing), dan pondasi cincin (ring footing). 

Pada tanah yang lunak/lembek (soft soils) dan atau beban kolom yang relatif besar, dimensi pondasi setempat (spread footing) yang dibutuhkan menjadi semakin besar sehingga plat pondasi pada kolom yang satu berdekatan dengan plat pondasi kolom yang lain. Apabila luas total plat pondasi melebihi setengah dari luas proyeksi bangunan (bukan luas lantai bangunan) maka sebaiknya dipakai jenis pondasi lain karena pondasi setempat menjadi tidak ekonomis.
Salah satu altematif pondasi dangkal yang dapat dipakai adalah pondasi plat lajur (strip footing atau wall footing) atau plat penuh (mat foundation) yang hampir memenuhi seluruh luas proyeksi bangunan.

Beberapa pertimbangan pemilihan pondasi plat lajur atau plat penuh antara lain:
  • ekonomis, Beban kolom sangat besar atau kondisi tanah sangat jelek sehingga pondasi setempat tidak ekonomis (luas plat setempat sangat besar).
  • Kondisi tanah kurang baik (erratic) dan sangat peka terhadap perbedaan penurunan (differential settlement) atau perbedaan akibat kembang-susut pada tanah ekspansif.
  • penurunan, Beban masing-masing kolom tidak sama sehingga ada kemungkinan terjadi perbedaan penurunan antar kolom.
  • pergeseran, Beban lateral yang tidak merata (non-uniform) sehingga ada kemungkinan teijadi perbedaan pergeseran antar kolom.
  • Gaya ke atas, akibat tekanan air (uplift) melebihi gaya pada kolom sehingga diperl ukan penyebaran dan tambahan berat sendiri dari plat penuh.
  • Dasar pondasi, terletak di bawah muka air tanah, terutama pada bangunan basement, dan lain lain.
Demikianlah penjelasan PERTIMBANGAN PEMILIHAN JENIS PONDASI DANGKAL. semoga bisa menambah ilmu rekan-rekan dalam dunia teknik sipil. Jika ada pertanyaan dan tanggapan silakan berkomentar. Terima Kasih

    MANFAAT SISTEM TRANSPORTASI

    Sipilpoin. Manfaat sistem transportasi dalam masyarakat yang sedemikian luas senantiasa berkait erat terhadap masalah masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu masalah transportasi tidak akan pernah lepas dari masalah dan peranan sosial ekonomi, budaya dan politik, serta masalah dan peranan aspek lain yang relevan dengan dinamika masyarakat, baik masyarakat pengguna maupun penyedia transportasi. 
    MANFAAT SISTEM TRANSPORTASI

    Keterkaitan dan Manfaat sistem transportasi antara transportasi dengan disiplin ilmu lainnya, digambarkan dan diuraikan berikut :
    Peranan Ekonomi
    Manfaat sistem transportasi Dalam proses pertumbuhan ekonomi, kebutuhan transportasi terus meningkat, yang secara umum dapat dilihat dari tiga faktor berikut :
    • Manfaat sistem transportasi Bila terjadi peningkatan produksi, maka semakin besarlah volume bahan yang diangkut untuk memenuhi bahan baku produksi dan semakin besar pula hasil produksi yang diangkut ke konsumen.
    • Manfaat sistem transportasi Peningkatan volume produksi, mungkin sekali mengandung arti perluasan wilayah eksploitasi sumber bahan baku dan wilayah pemasaran.
    • Manfaat sistem transportasi Peningkatan jumlah barang yang dijual,  akan melipat gandakan pertumbuhan kekhususan, dan peningkatan pendapatan akan menambah keragaman barang yang diminta. Dengan kata lain, peningkatan kegiatan ekonomi mengikut- sertakan peningkatan mobilitas.
    Selain dari itu, Manfaat sistem transportasi penyediaan sarana transportasi tidak sama dengan mata niaga yang lain, dimana sarana tersebut tidak dapat digudangkan untuk dilayankan pada waktu dan tempat yang lain. Nilai tambah ekonomis akan dapat diperbesar manakala sistem transportasi dapat diselenggarakan secara optimum, diantaranya :
    • Transportasi memperbesar jangkauan terhadap sumber-sumber yang dibutuhkan suatu daerah dan memungkinkan digunakan sebagai tambahan, dimana barang yang tidak bisa didapat di daerah setempat dapat menjadi tersedia.
    • Pemakaian sumber yang lebih efisien mengakibatkan timbulnya kekhususan setiap daerah ataupun pembagian tenaga kerja yang sesuai, yang mengakibatkan penambahan jumlah barang yang dapat dikonsumsi. Berhubungan erat dengan ini ialah kemungkinan untuk mengkonsentrasikan produksi pada satu atau beberapa lokasi saja tetapi memungkinkan untuk melayani daerah pemasaran yang luas, sehingga keuntungan ekonomis dalam skala produksi dapat dimanfaatkan.
    • Karena penyaluran barang tidak lagi terbatas pada daerah setempat saja, maka barang-barang dapat disalurkan dari sumber alternatif lain apabila sumber yang biasa dipakai tidak dapat memenuhi semua kebutuhan, ini penting apabila terjadi gangguan dalam penyaluran makanan pokok untuk kehidupan, misalnya.
    Peranan Sosial
    Manfaat sistem transportasi, Manusia sebagai individu pada umumnya bermasyarakat dan berusaha hidup selaras satu sama lainnya dalam tatanan kegiatan sosial yang saling memerlukan  interaksi antara sesamanya, baik dalam kawasan yang sempit maupun kawasan yang luas atau jarak yang relatif jauh. 
    Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan hubungan sosial tersebut secara lebih baik, maka sistem transportasi menyediakan berbagai Manfaat atau kemudahan, diantaranya berupa : (1) pelayanan untuk perorangan ataupun kelompok (2) pertukaran/penyampaian informasi (3) perjalanan rekreatif (4) perluasan jangkauan perjalanan sosial (5) pemendekan jarak, baik antara rumah dengan tempat keija maupun antara pusat kegiatan masyarakat satu dengan pusat kegiatan yang lainnya (6) perluasan kawasan pusat kota ke daerah pinggiran untuk pemencaran permukiman yang penduduknya masih sedikit.

    Peranan Politik
    Manfaat sistem transportasi, Negara Indonesia yang tersebar dalam ribuan pulau dengan luas wilayah ribuan km2, secara politis merupakan permasalahan yang rentan terhadap persatuan dan kesatuan bangsa. Mengingat kondisi yang demikian maka diperlukan peranan politik untuk mengembangkan sistem transportasi dalam rangka meningkatkan kualitas persatuan dan kesatuan bangsa.
    Beberapa Manfaat sistem transportasi secara politik dalam pembangunan bangsa diantaranya : (1) menciptakan persatuan nasional dengan meniadakan isolasi (2) pemerataan hasil-hasil pembangunan secara merata (3) meningkatkan/ memudahkan mobilitas dalam pelayanan keamanan dan ketahanan nasional (4) memudahkan mobilitas masyarakat yang terkena bencana.

    Peranan Lingkungan
    Manfaat sistem transportasi, Dalam penyelenggaraan sistem transportasi hingga saat ini masih terfokuskan pada sisi teknologi, ekonomi dan pelayanan atas kebutuhan transportasi. Seperti halnya dengan penyediaan barang atau jasa pelayanan, penyediaan transportasi juga membawa serta sejumlah dampak sampingan.
    Kemajuan teknologi transportasi ternyata bisa menimbulkan dampak sampingan yang tidak dikehendaki. diantaranya : kecelakaan, polusi udara, kebisingan, getaran, debu, yang telah melampaui batas. Disini kesejahteraan keselamatan kehidupan manusia semakin hari semakin terancam khususnya di daerah perkotaan. Disatu pihak secara naluri manusia ingin tetap hidup dalam kenyamanan alamiah, bebas dari bahaya dan gangguan kebisingan lalu lintas kendaraan bermotor, dipihak lain pertumbuhan ekonomi menuntut transportasi bertambah banyak.

    Berkenaan dengan Manfaat sistem transportasi, perencanaan dan perancangan sistem transportasi perlu mempertimbangkan faktor-faktor yang dominan menimbulkan dampak terhadap lingkungan, sehingga dalam penyelengaraan sistem transportasi selain dapat melayani pengguna sistem secara optimum, hendaknya tidak mengurangi kualitas kehidupan kelompok manusia lainnya atau habitat alam secara keseluruhan. Sangat diharapkan sistem transportasi bahkan mampu memperbaiki kualitas lingkungan hidup masyarakatnya.

    Peranan Perkembangan Wilayah
    Manfaat sistem transportasi, Seiring dengan meningkatnya jumlah habitat, dan semakin majunya peradaban komunitas manusia, selanjutnya wilayah-wilayah pusat kegiatannya berkembang mengekspansi ke pinggiran-pinggiran wilayah, sedangkan kawasan- kawasan terisolir semakin berkurang, dan jarak antar kota menjadi semakin pendek dalam hal waktu. Lebih dari itu kuantitas dan kualitas baik perkotaan besar maupun perkotaan kecil tumbuh, dimana kota kecil ditumbuh kembangkan sementara kota besar semakin berkembang, sehingga area perkotaan semakin meluas.
    Kondisi seperti diatas merupakan keberhasilan pembangunan bangsa seiring dengan meningkatnya kualitas manusia. disamping kuantitasnya. Mensikapi pertumbuhan yang demikian, maka Manfaat sistem transportasi adalah salah satu elemen utama untuk memenuhi perkembangan wilayah.Agar diperoleh penyelenggaraan sistem transportasi yang optimum pada kondisi diatas, maka sangat terkait hubungan antara rencana pengembangan tata ruang wilayah dengan rencana sistem transportasi (termasuk komponen-komponennya).

    Peranan Hukum
    Manfaat sistem transportasi, Aspek hukum merupakan aspek utama dalam penyelenggaraan sistem transportasi. Sehubungan dengan legalitas baik mulai dari perencanaan, analisis, operasi hingga kontrol operasi untuk mendapatkan suatu interaksi sistem transportasi dengan pelayanan optimum, dalam arti efisien dan adil terhadap segala unsur apapun komponen yang terlibat secara langsung ataupun tidak langsung dalam penyelenggaraan sistem transportasi. Oleh karena itu secara mutlak perlu landasan hukum yang proposional Manfaat sistem transportasi, sehingga faktor-faktor destruktif dalam penyelengaraan sistem transportasi dapat dihindari, sementara kemanfaatan yang diciptakan dapat dioptimalkan demi kesejahteraan masyarakat.

    Peranan Geografi
    Manfaat sistem transportasi, Geografi sebagai satu disiplin ilmu yang memberikan pengetahuan tentang kondisi (muka) bumi, memiliki peran yang cukup penting terhadap bentuk- bentuk pengembangan sistim transportasi. Topografi, bagian dari geografi memberikan pertimbangan atas perencanaan dan perancangan pemilihan komponen sistem transportasi, baik sarana, prasarana, lalu lintas maupun rencana operasinya. Adapun faktor demografi akan memberikan bahan prediksi terhadap permintaan sistem transportasi di masa mendatang.

    Demikianlah penjelasan MANFAAT SISTEM TRANSPORTASI. semoga bisa menambah ilmu rekan-rekan dalam dunia teknik sipil. Jika ada pertanyaan dan tanggapan silakan berkomentar. Terima Kasih

    FUNGSI TRANSPORTASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI

    sipilpoin. Kali ini sipilpoin akan membahas fungsi transportasi dalam kehuduoan sehari-hari. Berikut penjelasannya.
    Transportasi alamiah adalah proses perpindahan orang atau barang yang penyelenggaraannya memanfaatkan media alamiah sebagai prasarana maupun sarana. 
    Di sini proses transportasi yang dicapai hanya sebatas untuk perpindahan tempat, belum ada pertimbangan terhadap efisiensi waktu dan biaya, serta masih cenderung belum konsisten dalam pelayanannya. Faktor-faktor keamanan, kenyamanan dan kelancaran biasanya kurang dipentingkan.
    Bentuk transportasi alamiah banyak dilakukan pada masa silam, dimana pada masa tersebut kebutuhan hidup manusia relatif sederhana disamping komunitas sosial masyarakatnya relatif sempit. Akan tetapi pemanfaatan transportasi alamiah masa sekarang perlu dipertimbangkan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup manusia yang mungkin kurang mementingkan efisiensi waktu.

    Dalam sistem transportasi modem, transportasi merupakan bagian integral dari fungsi dan aktifitas masyarakat, dimana ada hubungan yang sangat erat dengan gaya hidup, jangkauan dan lokasi kegiatan-kegiatan produksi dan pemenuhan barang-barang serta pelayanan yang tersedia untuk konsumsi. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia, transportasi dalam kehidupan masyarakat modem merupakan kesatuan mata rantai kehidupan, yang berpengaruh sangat besar dalam pembangunan masyarakat, baik segi ekonomi, sosial budaya maupun sosial politik.
    Akhimya sistem transportasi modem akan menentukan kualitas kehidupan manusia dalam masyarakat itu sendiri.
    Pemanfaatan sumber daya alam (bahan baku) untuk bisa dikonsumsi secara proposional diperlukan sistem transportasi. Dengan pemanfaatan tersebut akan menghasilkan peningkatan ekonomi masyarakat yang simultan dengan peningkatan sosial budaya dan sosial politiknya. Disini dapat disimpulkan, bahwa sistem transportasi dapat mencerminkan tingkat kemakmuran dan kemajuan suatu negara.
    Sistem transportasi yang berkembang hingga saat ini telah memberikan pelayanan berbagai macam bentuk pergerakan mekanis hampir ke semua wilayah yang merupakan pusat berbagai aktivitas masyarakat. seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat beserta aktivitasnya. Beberapa sistem transportasi yang dikembangkan di Indonesia, beriring dengan pemerataan hasil-hasil pembangunan Nasional, diantaranya :
    a. Moda Udara.
     FUNGSI TRANSPORTAS
    • Printisan Lapangan Terbang, adalah penyelenggaraan pembangunan lapangan terbang bam bagi daerah-daerah terpencil.
    • Pengembangan Lapangan Terbang, adalah pemyelenggaraan rehabilitasi lapangan terbang untuk meningkatkan fungsi pelayanannya (internasionalisasi, perluasan).
    • Pengembangan Sarana Angkutan Udara, adalah berupa pengembangan sarana angkutan udara baik untuk keperluan massal (pesawat N-250, pesawat N-2130) maupun untuk keperluan terbatas (helicopter). 
    b.Moda Laut
     FUNGSI TRANSPORTAS
    • Pengembangan Pelabuhan, adalah penyelenggaraan pembangunan pelabuhan baru bagi wilayah kepulauan terpencil.
    • Pengembangan Pelabuhan, adalah penyelenggaraan rehabilitasi pelabuhan untuk meningkatkan fungsi perlayanan dalam rangka memenuhi permintaan jasa pelabuhan yang meningkat. 
    • Pengembangan Sarana Angkutan Laut, adalah berupa pengembangan sarana angkutan laut yang relevan dengan sifat dan karakteristik perairan Indonesia. 
    c. Moda Darat
     FUNGSI TRANSPORTAS

    1) Jalan Raya,
    • Pembangunan Jalan Raya, adalah penyelenggaraan pembangunan jalan baru untuk membuka daerah-daerah terisolasi/terpencil, disamping pembangunan jalan-jalan bebas hambatan sebagai alternatif pergerakan masyarakat dalam kota besar atau antar kota yang cukup padat lalu lintasnya.
    • Pengembangan Jalan Raya, adalah penyelenggaraan rehabilitasi jalan raya untuk meningkatkan fungsi pelayanannya yang disesuaikan dengan kondisi aktifitas daerah masing-masing, mulai dari peningkatan kualitas perkerasan jalan hingga peningkatan kelas jalan. Untuk mengakomodasi lalu lintas yang padat bisa dibangun simpang susun.
    • Pengembangan Terminal, terminal sebagai simpul transportasi yang berfungsi sebagai tempat untuk pemberangkatan, pemberhentian dan transit bagi perpindahan penumpang dan barang, dikembangkan dalam rangka peningkatan pelayanan operasi transportasi jalan raya.
    • Pengembangan Sarana Angkutan/Kendaraan Bermotor, adalah berupa pengembangan sarana angkutan jalan raya, secara kuantitatif dengan penambahan armada angkutan maupun kualitatif dengan meningkatkan pelayanan mobilitas masyarakat antar kota/daerah.
    2) Jalan Rel,
    • Pengembangan jalan rel/jalan baja, adalah penyelenggaraan rehabilitasi jalan-jalan rel untuk meningkatkan fungsi pelayanannya sebagai angkutan massal yang diminati masyarakat dengan ongkos relatif murah. 
    • Pengembangan Sarana Angkutan/Kereta Api, adalah berupa pengembangan industri kereta api untuk memenuhi permintaan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat secara massal antar kota/daerah.
    • Pengembangan Stasiun Kereta Api, dikembangkan dalam rangka peningkatan pelayanan untuk pemberangkatan dan kedatangan serta transit penumpang dan barang.
    3) Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan,
    • Pengembangan prasarana angkutan danau, sungai dan penyeberangan adalah pengembangan penyelenggaraan untuk mempermudah/mempercepat pergerakan masyarakat yang secara geografis terisolasi oleh sungai, danau atau selat. Hal ini dilakukan dengan pembangunan dermaga feri yang berbeda dengan dermaga kapal laut.
    • Pengembangan sarana angkutan danau, sungai dan penyeberangan, adalah berupa peningkatan pelayanan atas permintaan yang semakin meningkat melalui penyediaan alat angkut yakni kapal feri yang umumnya dengan sistem pemuatan Ro-Ro (Roll on - Roll of )
    4) Angkutan Lain-lain (Sistem Arus Menerus), diantaranya :
    • Belt Conveyor
    • Sistem Angkutan Pipa
    • Sistem Angkutan Kabel •
    Mensikapi dan mencermati perkembangan permintaan masyarakat terhadap transportasi, baik secara kuantitas maupun kualitas saat ini, seiring dengan meningkatnya taraf hidup dan kualitas kehidupan masyarakat, sementara ini baik pemerintah maupun swasta belum mampu memenuhi. Mengingat keterbatasan yang ada, secara faktual dapat dilihat bahwa pertumbuhan permintaan transportasi lebih besar daripada pertumbuhan penyediaan sarana ataupun prasarananya. Lebih jauh pertumbuhan sarana (khususnya angkutan umum) juga lebih besar dibanding dengan pertumbuhan prasarananya sehingga gejala kongesti bahkan kemacetan mulai mewamai kota-kota besar.

    Dari kondisi diatas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa penyediaan sistem transportasi merupakan masalah sekaligus peluang besar yang perlu diperhatikan secara serius. Mengingat, jika ditinjau dengan pendekatan ekonomis, merupakan “lahan potensial bagi investasi”, sehingga peranan sarjana teknik cukup luas peluangnya, baik dalam penyelenggaraan/perekayasaan prasarana (teknik sipil) maupun pengadaan/perekayasaan sarana (teknik mesin/elektro).
    Mengingat hal diatas seiring dengan gaya hidup manusia dan pertumbuhan komunitasnya yang menyangkut aspek sosial, ekonomi, budaya, politik serta terjadinya aglomerasi pusat-pusat kegiatan dan wilayah perkotaan, maka untuk masa mendatang dapat diprediksikan bahwa permintaan masyarakat atas pelayanan transportasi akan meningkat makin besar. Disatu sisi berupa permintaan secara kuantitatif dan sisi lain permintaan secara kualitatif. Berkenaan dengan permintaan kuantitatif maka diperlukan jumlah sarana dan prasarana yang relevan.

    Demikianlah penjelasan  FUNGSI TRANSPORTASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI. semoga bisa menambah ilmu rekan-rekan dalam dunia teknik sipil. Jika ada pertanyaan dan tanggapan silakan berkomentar. Terima Kasih

    KOMPONEN RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)

    sipilpoin. Dalam dunia konstruksi, Rencana Angran Biaya mempunyai kedudukan yag sangat penting dan menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia konstruksi. Nah, Berukit sipilpoin akan membahas komponen yang diperlukan dalam menyusun rencana angran biaya (RAB):

    RAB (Rencana Angran Biaya) adalah seni memperkirakan kemungkinan jumlah biaya yang diperlukan untuk suatu kegiatan yang didasarkan pada informasi yang dimiliki pada saat itu. Tujuan dari RAB adalah untuk memberikan perkiraan yang paling baik mengenai biaya akhir dari suatu proyek.

    RAB (Rencana Angran Biaya) disusun mencakup semua biaya konstruksi dan hal lainnya mengenai biaya proyek tetapi tidak termasuk pengembalian modal pengembang dan hal-hal khusus misalnya imbalan jasa perantar.

    Rencana biaya dibuat oleh berbagai pihak dengan berbagai maksud dan sesuai kepentingan masing masing, antara lain:
    RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
    Bagi Pemilik (Principal), alat bantu untuk menentukan biaya investasi modal yang dibutuhkan., mengatur perputaran pembiayaan (cash flow), dan menentukan  kelayakan ekonomi proyek.
    Bagi Konsultan, alat bantu untuk menilai kelayakan harga penawaran dari kontraktor dengan tujuan menghitung kemajuan pekerjaan.

    Bagi Kontraktor, berfungsi sebagai Estimasi harga untuk kepentingan penawaran pada pelelangan dan Pengendalian proyek, khususnya pengendalian biaya pada saat pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

    Metode yang dipakai untuk menentukan anggaran proyek akan berbeda pada setiap pentahapan proyek, meskipun tingkat kepastiannya harus meningkat karena lebih banyak hal menjadi lebih jelas ketentuannya.

    Proses perkiraan anggaran dan rencana biaya sebelum kontrak dapat dituangkan dalam dafar-daftar berikut yang menggambarkan tahapan kemajuan proses perkiraan anggaran dan rencana biaya pra kontrak:

    Tahap Feasibility Study, adapun data yang dibutuhkan adalah:Jumlah luas lantai brutto, Lokasi dan keterangan mengenai tapak, Indikasi Standard yang diperlukan, Belum ada gambar.
    Hasil yang diperoleh: Jumlah harga dihitung berdasarkan perkalian luas brutto area lantai tertutup dengan harga satuan per meter persegi.

    Tahap Konsepsi Rencana secara Garis Besar, adapun data yang dibutuhkan adalah: Garis besar gambar-gambar skematik menunjukkan bentuk dan ukuran bangunan serta sedikit perencanaan bagian dalam.

    Hasil yang diperoleh: Perkiraan elemental berdasarkan Cost Model Historical, dengan harga elemen masing-masing dihitung dengan menggunakan data analisis harga proyek sejenis yang disesuaikan terhadap kualitas, kuantitas dan perbedaan tingkatan harga dan Perkiraan harga ini biasanya menjadi dasar anggaran biaya.

    Tahap Kelengkapan Gambar Kerja/Pembuatan Dokumen Pelaksanaan, adapun data yang dibutuhkan adalah: Quantity Surveyor mempersiapkan Bill of Quantities berdasarkan gambar kerja keseluruhan yang lengkap.

    Hasil yang diperoleh: Perkiraan pratender dengan melakukan perhitungan harga Bill of Quantities dan Digunakan sebagai parameter untuk mengevaluasi hasil tender.

    Komponen Penyusun RAB
    Kebutuhan Material (Unsur Bahan), Meliputi semua komponen pokok dan komponen penunjang dari material yang digunakan, mengingat kedua komponen tersebut akan berpengaruh cukup besar pada biaya.
    Harus diperhitungkan:
    • tercecer pada saat mengangkut
    • untuk struktur sambungan
    • rusak dan cacat
    • susut oleh sebab lain
    • struktur penunjang sementara
    Kebutuhan Tenaga Kerja (Unsur Upah), Penetapan biaya tenaga kerja (upah satuan ekerjaan) merupakan komponen yang paling sulit dari analisis Rencana Anggaran Biaya Konstruksi, khususnya ketika melakukan analisis teknis. Hal ini disebabkan adanya berbagai kondisi yang mempengaruhi dan menentukanterhadap tingkat produktifitas kelompok/individu.
    Harus diperhitungkan:
    • kondisi tempat kerja
    • keterampilan
    • lama waktu kerja
    • persaingan tenaga kerja
    • indeks biaya hidup
    Kebutuhan Peralatan, antara lain: pembelian dan sewa alat, mobilisasi dan demobilisasi, transportasi, memasang dan membongkar, pengoperasian selama konstruksi berlangsung.
    Biaya Umum, antara lain: gaji pekerja tetap (kantor pusat dan lapangan), sewa kantor, akomodasi perjalanan, dokumentasi, bunga bank, peralatan kecil dan habis pakai.

    Biaya Proyek, antara lain: keamanan dan keselamatan kerja, asuransi, pajak, surat ijin, pengujian dan pengetesan.

    Demikianlah penjelasan KOMPONEN RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) . semoga bisa menambah ilmu rekan-rekan dalam dunia teknik sipil. Jika ada pertanyaan dan tanggapan silakan berkomentar. Terima Kasih

    LAPORAN PENGENDALIAN PROYEK

    sipilpoin. Dunia Konstruksi bangunan, tidak lepas dari yang namanya laporan, baik laporan pada saat pengerjaan proyek atapun setelah selesai proyek konstruksi bangunan. Barikut sipilpoin bahas mengenai laporan pengendalian proyek:

    Batasan untuk pengendalian mutu dalam suatu proyek konstruksi bangunan biasanya sudah jelas. Terutama dengan sudah terbitnya SNI, maka batasan yang dimaksud sudah tersedia. Jika terjadi penyimpangan mutu, maka ketiga unsur dari owner, konsultan dan kontraktor harus membuat rekayasa struktur bangunan ulang, untuk mengembalikan mutu sesuai tujuannya.

    Batasan untuk waktu biasanya sudah ada dalam dokumen kontrak administradi proyek, dan berbentuk main schedule kontrak konstruksi. Kontraktor pelaksana berkewajiban untuk membuat detail schedule yang mengacu pada main schedule. 
    LAPORAN PROYEK

    Detail administradi proyek berkaitan dengan periode bulanan, mingguan, dan bahkan sampai harian, karena biasanya kontraktor selalu mengadakan rapat harian setelah selesai jam kerja. Salah satu alat untuk menanggulangi waktu adalah dengan merekayasa jadwal jalur kritis, dengan menata kembali kagiatan-kegiatan yang tidak kritis, dan diusahakan agar jalur kritis tetap tidak terlambat.

    Jalur yang masih mempunyai waktu luang, dapat dikurangi sumber dayanya, dan dialihkan ke kegiatan yang mempengaruhi jalur kritis. Untuk menanggulangi kegiatan dapat juga dengan membah metode kerja, yang mana mungkin akan menambah biaya.

    Berikut merupakan administradi proyek konstruksi bangunan berupa laporan pengendalian proyek konstruksi:

    Membuat schedule harian dan laporan prestasi tiap hari. 
    Kontrakror pelaksana Membuat schedule harian dan laporan prestasi tiap hari Kemudian dirapatkan setiap hari setelah selesai kegiatan pada hari yang bersangkutan dan diputuskan atau diselesaikan untuk masalah keesokan harinya. Membuat schedule harian untuk keesokan harinya.

    Laporan prestasi tiap minggu.
    Pengawas lapangan/superintendent/ site engineer pada awal minggu sudah membuat rencana prestasi dan jadwal mingguan. Volume yang sudah dikerjakan sampai dengan akhir minggu ini dari semua kegiatan jika dikalikan dengan harga satuan akan mendapatkan prestasi akhir minggu, dan ditambah dengan nilai rupiah dari material bangunan yang sudah dibeli.

    Laporan prestasi tiap bulan. 
    Untuk proyek konstruksi bangunan yang pembayarannya berdasar hasil prestasi tiap bulan, maka laporan prestasi bulanan ini juga merupakan lampiran dari berita acara tagihan atau monthly certificate. 

    Dalam administrasi proyek, laporan bulanan ini juga dibuat laporan laba rugi. Dalam pertengahan masa konstruksi, pada beberapa kasus biasanya tampak rugi. Hal ini disebabkan karena banyak material atau peralatan yang belum bisa dimasukan sebagai prestasi pekerjaan. Misalnya pembelian besi beton, semen, pasir dan kerikil, tidak bisa dimasukan sebagai prestasi pekerjaan struktur beton, karena di dalam dokumen kontrak yang dapat diakui sebagai prestasi adalah bahan beton yang sudah terpasang
    Pada pembelian peralatan pintu air, barang ini tidak bisa dimasukan sebagai prestasi pekerjaan pintu air karena pintu air belum terpasang sesuai dalam gambar dokumen kontrak. Jadi uang yang sudah dikeluarkan oleh kontraktor untuk pembelian bahan, peralatan, dan sewa alat untuk keperluan konstruksi belum bisa dimasukan sebagai prestasi pekerjaan, karena semua barang tersebut belum terpasang sesuai dalam gambar dokumen kontrak, sehingga pada awal kegiatan tampak rugi. 

    Tetapi kadang-kadang dalam dokumen kontrak tercantum dalam salah satu pasalnya bahwa stock barang/material dapat diprestasikan sekitar 80% prestasi. Dari pihak intern kontraktor untuk monitoring laba rugi kontraktor juga akan memasukan prestasi dari material yang sudah terbeli tersebut. Di dalam pengendalian biaya, kontraktor membuat format-format sebagai alat memonitor laba rugi. Dalam format tersebut dibuat mekanisme sehingga dapat tampak kecenderungan dari biaya yang keluar, lebih atau kurang dari Ren- cana Anggaran Pelaksanaan yang sudah dibuat sebelumnya.

    Rencana Anggaran Pelaksanaan. 
    Rencana Anggaran Pelaksanaan adalah rencana pembiayaan yang dibuat oleh kontraktor untuk menyelesaikan suatu proyek dengan kondisi harga pada saat proyek dimulai. Oleh karena itu susunan perincian artikel/ item tidak seperti dalam Rencana Anggaran Biaya dalam doku- men kontrak, tetapi mengikuti susunan item cara pembayaran dari kontraktor. Salah satunya adalah dengan susunan seperti berikut,
    • Biaya bahan (semua jenis bahan bangunan yang diperlukan)
    • Biaya upah (biasanya kontraktor melaksanakan pekerjaannya dengan cara menyerahkan upah pada mandor borong yang sudah ahlinya)
    • Biaya sub kontraktor (biasanya kontraktor melaksanakan pekeijaan yang spesifik, misalnya air-conditioning system, mechanical & electrical, peralatan kedokteran, pintu air, plafond, floor hardener, dan lain-lain, dengan cara menyerahkan kepada ahlinya/out sourcing dengan institusi yang sudah berpengalaman)
    • Biaya peralatan (biaya yang keluar dalam peralatan dapat berupa biaya sewa alat, atau jika milik sendiri berupa biaya penyusutan)
    • Biaya bank (kontraktor jika harus meminjam uang ke bank, maka bentuk biaya bank adalah bunga bank tersebut)
    • Biaya overhead (biaya overhead dari proyek adalah me- rupakan biaya yang tidak langsung imtuk operasional, misalnya BBM imtuk genset, sewa rumah/kantor, gaji pejabat kontraktor di proyek,
    Demikianlah penjelasan LAPORAN PENGENDALIAN PROYEK. semoga bisa menambah ilmu rekan-rekan dalam dunia teknik sipil. Jika ada pertanyaan dan tanggapan silakan berkomentar. Terima Kasih

    METODE PEMBUATAN TIME SCHEDULLE PROYEK

    Suatu proyek selalu dipecah dalam beberapa kegiatan konstruksi, untuk memudahkan dalam merencanakan segala sesuatunya, yaitu dalam merencanakan biaya/kebutuhan dana, waktu pelaksanaan/penjadwalan, metode kerja, kebutuhan alat, kebutuhan personil, dan perencanaan lainnya. 
    TIME SCHEDULLE PROYEK

    Sebagai contoh, dalam kegiatan pembuatan pilecap, akan dipecah dalam beberapa kegiatan, yaitu,

    • Pemancangan sheet piles untuk penahan tanah
    • Penggalian tanah
    • Pemotongan tiang pancang
    • Pengecoran beton lantai kerja
    • Perakitan besi untuk pile-cap
    • Pembuatan cetakan beton untuk pile-cap
    • Pengecoran beton pile-cap
    • Perawatan beton/ curing
    • Pencabutan sheet-piles
    • Urugan kembali
    Dalam mengestimasi progress atau kemajuan pekerjaan, pembuat perencanaan pelaksanaan harus menghitung volume dari setiap kegiatan pekerjaan tersebut dalam satuan unit, m1, m2, m3, kg dan lain-lain. Juga harus menentukan harga per satuan unit volume tersebut, yang sudah harus dimasukan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga satuan tersebut. Faktor-faktor harga tersebut sangat banyak dan bervariasi. 
    Beberapa yang sering ditemui adalah,

    • Faktor regional/daerah
    • Faktor cuaca/iklim
    • Faktor operator alat-alat berat
    • Faktor teknik pelaksanaan
    • Faktor kondisi sosial, ekonomi, politik dan keamanan
    • Faktor yang dipersyaratkan dalam dokumen kontrak
    Dengan cara analisa, bagian perencanaan tersebut juga harus dapat menghitung waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap kegiatan pekerjaan tersebut, berarti juga harus dapat menentukan tanggal mulai masing-masing kegiatan dan tanggal selesainya.

    Dalam membuat jadwal kegiatan, harus ditentukan pula hubungan urut-urutan dari antara masing-masing kegiatan. Sebagai contoh dari pekerjaan pilecap, pekerjaan beton tidak dapat dilaksanakan sebelum selesai pekerjaan perakitan besi beton, di sini berarti bahwa, jika karena keterkaitan hubungan urut-urutan untuk memulai pekerjaan beton sampai lebih lama, maka jelas bahwa pekerjaan perakitan besi tidak perlu terlalu buru-buru, atau dikatakan kegiatan pekerjaan perakitan besi mempunyai waktu yang mengambang (float time), dengan perkataan lain waktu untuk mulai dan waktu untuk selesai kegiatan perakitan besi dapat ditunda dengan tidak mempengaruhi penyelesaian dari pekerjaan kegiatan utamanya.

    Dengan demikian, setelah ditentukan semuanya, bagian perencanaan dapat membuat suatu jadwal waktu keseluruhan dari semua kegiatan pekerjaan, yang dapat berupa,
    Diagram batang (the bar chart), yang biasanya dilengkapi dengan S-curve

    Diagram batang ini sangat sederhana dan mudah digunakan untuk mengontrol kemajuan dari pekerjaan. Dalam contoh sederhana (dalam pekerjaan sebenamya tidak mungkin sederhana se- perti contoh ini) diambil pekerjaan jalan yang terdiri dari beberapa kegiatan kerja, yaitu,

    • Pembersihan (clearing and grubbing)
    • Pekerjaan Tanah (Galian dan timbunan tanah)
    • Pekerjaan subgrade
    • Pekerjaan subbbase
    • Pekerjaan Base
    • Pekerjaan pavement (gelar asphalt concrete)
    • Pekerjaan drainase
    • Pekerjaan bahu jalan
    Biasanya bar chart dilengkapi juga dengan prestasi dari masing-masing kegiatan pada setiap kolom waktu, sehingga dapat dibuat pula grafik prestasi terhadap waktu. Dengan demikian dapat digambarkan grafik prestasi, yang biasa disebut dengan S-curve, untuk rencana sesuai dokumen kontrak dan untuk kenyataan. Jika grafik prestasi kenyataan di lapangan di bawah grafik prestasi rencana, maka dikatakan prestasi kegiatan terlambat, jika di atasnya dikatakan prestasinya lebih cepat. 

    Metode jalur kritis (the critical path method)
    Dengan metode jalur kritis, seperti sudah disebutkan sebelum ini, bahwa kita perlu membagi bagi seluruh kegiatan dari suatu proyek menjadi bagian-bagian kegiatan yang sejenis atau sekelompok kegiatan. Dan bagian-bagian kegiatan ini perlu kita tentukan. 

    Kemudian masing-masing bagian kegiatan kita perhitungkan lama waktu penyelesaiannya. Satuan waktu penyelesaian ini dapat berupa hari, minggu, atau bulan dan seterusnya. Kita juga harus menentukan urutan waktu dari masing-masing bagian kegiatan, misalnya dalam pemasangan pipa drainase, maka urutan waktu kegiatannya adalah galian tanah selesai terlebih dahulu, baru kemudian dapat dilakukan pemasangan pipa, dan hal ini tidak mungkin terbalik. Dalam metode jalur kritis ini ada dua konsep yang perlu diketahui, yaitu
    • Kegiatan atau aktivitas, adalah kegiatan pekerjaan tertentu yang memerlukan waktu tertentu pula. Misalnya kegiatan penggalian tanah; kegiatan pemasangan pipa dan lain-lain. Biasanya digambarkan dengan anak panah.
    • Event atau kejadian, yaitu kejadian tertentu yang terjadi pada waktu tertentu pula, sehubungan dengan pembahasan buku ini, adalah merupakan awal suatu kegiatan dan atau akhir suatu kegiatan, dan biasanya digambarkan dengan bentuk bulatan. Metode diagram kisi waktu (the time grid diagram)

    Metode Diagram Kisi Waktu (the time grid diagram)
    Pada metode jalur kritis anak panah menunjukkan urutan kegiatan dan panjang anak panah tidak ada pengaruhnya. Tetapi pada diagram kisi waktu, anak panah menunjukkan urutan ke¬giatan dan panjang anak panah menunjukkan durasi dari kegiatan. Garis vertikal juga hanya menunjukkan urutan kegiatan. Garis putus-putus horisontal menunjukkan waktu luang. Karena diagram ini juga menunjukkan urut-urutan kegiatan, maka sebelum membuat diagram ini juga harus membuat,

    • Daftar jenis-jenis kegiatan yang ditentukan
    • Perkirakan durasi dari masing-masing kegiatan
    • Penentuan urut-urutan kerjanya
    • Gambar dengan memplotkan anak panah kegiatan sesuai urut- urutannya dengan kegiatan lainnya yang terkait.
    • Penomoran dari masing-masing event
    Dengan diagram kisi waktu ini dapat lebih mudah untuk merekayasa diagram agar mendapatkan pengurangan durasi dari suatu kegiatan dan pengalihan sumber daya dari kegiatan yang satu ke kegiatan yang lain.

    TAHAP AWAL MEMULAI PROYEK

    Isi  dari dokumen kontrak berupa surat perjanjian antara pemilik bangunan dan kontraktor, persyaratan umum dan administrasi atau general specification, dan persyaratan teknis atau technical specification. Dari dokumen kontrak ini kita dapat menjabarkan metode pelaksanaannya.

    Syarat umum kontrak antara lain, yang meliputi:Definisi
    • Penerapan
    • Asal Barang dan  Jasa
    • Penggunaan Dokumen-Dokumen Kontrak dan Informasi
    • Hak Paten, Hak Cipta, dan Merek
    • Jaminan
    • Asuransi
    • Pembayaran
    • Harga
    • Amandemen Kontrak
    • Hak  dan Kewajiban Para Pihak
    • Jadual Pelaksanaan Pekerjaan
    • Pengawasan
    • Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan
    • Keadaan Kahar
    • Itikad Baik
    • Pemutusan Kontrak
    • Penyelesaian Perselisihan
    • Bahasa dan Hukum
    • Perpajakan
    • Korespondensi
    Sedangkan Spesifikasi Teknis adalah suatu uraian atau ketentuan-ketentuan yang disusun secara lengkap dan jelas mengenai suatu barang, metode atau hasil akhir pekerjaan yang dapat dibeli, dibangun atau dikembangkan oleh pihak lain sedemikian sehingga dapat memenuhi keinginan semua pihak yang terkait.

    Dalam pekerjaan Konstruksi, spesifikasi Teknis merupakan suatu tatanan teknik yang dapat membantu semua pihak yang terkait dengan pekerjaan konstruksi untuk sependapat dalam pemahaman sesuatu hal teknis tertentu yang terjadi dalam suatu pekerjaan. 
    Dengan demikian Spesifikasi Teknis diharapkan dapat : 
    • Mengurangi beda pendapat atau pertentangan yang tidak perlu;
    • Mendorong efisiensi penyelenggaraan proyek, tertib proyek dan kerjasama dalam penyelenggaraan proyek;
    • Mengurangi kerancuan teknis pelaksanaan pekerjaan;
    Sehingga dalam manajemen pelaksanaan kegiatan suatu proyek dikenal dengan man, money, machine, material, method and management. Biasanya pada awal kegiatan suatu proyek diharuskan segera membuat:
    TAHAP AWAL MEMULAI PROYEK

    Main schedule atau jadwal pelaksanaan keseluruhan.
    Detailed schedule, yaitu jadwal pelaksanaan dari bagian-bagian pekerjaan sesuai urutannya dalam main schedule.
    Material schedule, yaitu jadwal kebutuhan material bangunan.
    Equipment schedule, yaitu jadwal kebutuhan peralatan, jadwal pemakaian peralatan, jadwal pendatangan peralatan.
    Man power schedule, yaitu jadwal kebutuhan tenaga manusia mulai dari pekeija sampai Project Manager.
    Metode kerja pelaksanaan, yaitu metode kerja dari seluruh kegiatan bagian-bagian pekerjaan
    Job lay out, berupa gambar rencana tata letak,


    Membuat pagar keliling, untuk menghindari masuknya orang umum yang dapat membahayakan dirinya terhadap alat-alat berat yang sedang bekerja, untuk keamanan dan untuk memberi batas yang jelas dari wewenang proyek.

    Membangun Bangunan-Bangunan Sementara, yaitu site office, bedeng-bedeng kerja, gudang sementara, stock pile untuk mate-rial-material, rumah genset, jalan masuk/keluar sementara.

    Shop drawing, Gambar kerja secara detail dari masing-masing elemen-elemen struktur dan gambar kerja secara detail dari konstruksi sementara untuk menunjang struktur bangunan yang permanen

    Membuat gambar contour original ground level. Gambar original ground level atau biasa disingkat dengan OGL ini harus disetujui bersama oleh kontraktor dan konsultan dan jika perlu owner, hal ini adalah sangat penting karena jika ada perubahan permukaan tanah (cut and fill), maka perhitungan volume cut and fill dapat dihitung dengan dasar gambar original ground level tersebut.

    Mencari lokasi quarry terdekat. Untuk proyek-proyek yang besar dan jauh dari kota atau pada daerah sub urban, misalnya kegiatan pekerjaan bendungan, jalan raya, dan juga jika banyak menggunakan material lokal, misalnya pasir, kerikil, tanah urug dan lain-lain, maka lebih effisien untuk menambang sendiri dengan menyewa daerah penambangan tersebut, sudah barang tentu material dari quarry yang didapat harus diadakan investigasi terlebih dahulu di laboratorium, apakah sesuai dengan spesifikasi dalam contract document.

    Membuat struktur organisasi. Struktur organisasi dari masing-masing, yaitu pemilik, konsultan dan kontraktor, harus segera dibuat.

    Menentukan sumber daya manusia, yaitu menentukan nama-nama pejabat untuk mengisi masing-masing jabatan dalam struktur organisasi dari masing-masing pihak.